GIIAS 2018 : Awal Fase Baru Industri Otomotif Indonesia

rekanbola – Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 sudah berjalan 9 hari, tersisa 2 hari lagi. Hari ini, dan besok. Meski pengunjung tampak tak seramai tahun lalu, pameran tetap menampakkan wajah cerah dan sumringah.

GIIAS 2018 di ICE BSD Serpon, Tangerang, Banten, dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo untuk pertama kalinya, pada Kamis (2/8/2018). Pameran ini akan berlangsung hingga Minggu (12/8/2018).

Tingkat kunjungan yang sedikit turun diakui oleh Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor), yang hadir di sepanjang waktu pameran. Hal yang sama juga diungkapkan Indra Putra, Sales Supervisor PT Tunas Mobilindo Parama—diler resmi BMW.

“Sepertinya tidak seramai tahun lalu ya. Dulu, di depan banyak mobil [pengunjung] antre masuk, dan parkir berderet,” ujar Yenny, warga Sentiong, Jakarta,  yang rutin datang ke GIIAS. Kali ini ia datang menemani tantenya yang berencana beli Lexus.

Meski tak seramai tahun lalu, Nangoi melihat hal positif di pameran kali ini. “Jumlah transaksi saya belum tahu, tapi yang jelas animo masyarakat cukup baik,” katanya. Sementara itu, Indra mengatakan dari peroleh SPK sejauh ini lebih baik. “Mungkin pengunjung terseleksi ya, meski lebih sedikit tetapi berkualitas.”

Yohannes menduga kemungkinan penyebab pengunjung yang lebih banyak pada tahun lalu lantaran ditunjang adanya hari libur non-weekend. Tahun lalu, ajang GIIAS berhasil menyedot lebih dari 400.000 pengunjung.

Untuk masuk ke arena ini, pengunjung yang datang pada Senin-Kamis dikenai tarif masuk Rp50.000, dan pada akhir pecan Jumat-Minggu Rp70.000. Sedangkan tahun ini, pengunjung di hari kerja Senin-Jumat dikenaik tarif masuk Rp50.000, adapun di akhir pekan Sabtu—Minggu dikenai Rp100.000.

Baca Juga:   Pemilu 2019: Satu Pemilih Butuh Waktu 11 Menit di TPS

Pada umumnya mereka datang ke GIIAS dengan membawa sejumlah tujuan. Ada yang ingin melihat produk baru, dan membeli produk baru. Ada pula yang ingin mengetahui inovasi pabrikan atau sekadar berekreasi.

Seperti ajang serupa tahun lalu,GIIAS 2018 diwarnai dengan sedikitnya 40 peluncuran kendaraan bermotor baru dan model konsep. “Oleh karena itu kehadiran kendaraan terbaru dan konsep tentu akan menjadikan GIIAS ditunggu pengunjung,” ujar Rizwan, Ketua III Gaikindo—yang juga  Ketua Penyelenggara GIIAS 2018.

Tidak seperti tahun lalu, beberapa merek besar kali ini justru tidak meluncurkan model terbaru. Misalnya, Mitsubishi yang tahun lalu menghadirkan model terbaru Xpander yang fenomenal, kali ini hanya menghadirkan beberapa model varian anyar.

Hal yang sama juga terjadi pada pemimpin pasar Toyota. Namun, seperti halnya Mistubishi, Honda, Daihatsu, Suzuki, Wuling, dan Lexus, lebih mengedepankan mobil-mobil konsep masa depan yang berteknologi tinggi, ramah lingkungan, dan smart.

***

Kali ini Toyota lebih menghadirkan mobil konsep dengan teknologi tinggi, dan ramah lingkungan, seperti Toyota I Series, Prius PHEV dan Prius Hybrid, serta mobil hidrogen Mirai FC.

Daihatsu juga tidak berbeda. Merek Jepang ini hanya menghadirkan mobil konsep Daihatsu DN Pro Cargo, dan Daihatsu Boon Active, serta produk edisi spesial dari tiga modelnya yakni Xenia SE, Sigra SE, dan Ayla SE.

Honda bisa jadi menjadi satu-satunya yang melakukan world premierproduknya yang dikembangkan dan diproduksi di Indonesia. Honda All-new Brio. Namun, model ini sesungguhnya masih menggunakan teknologi mesin yang sama dengan Brio di kelas LCGC.

Beberapa produk baru justru dihadirkan oleh merek premium, yang menyasar segmen pasar spesifik (niece market), seperti BMW M2 Coupe, Audi RS5 Coupe, Audi 8L, Lexus ES Hybrid, dan Lexus UX. Model baru impor lainnya adalah Mazda 6 Elite Sedan, Mazda 6 Elite Estate, dan Mazda CX3.

Baca Juga:   TKN Klaim Jokowi Merakyat dan Tuding Prabowo Kebarat-baratan

Mini menjadi merek premium yang meluncurkan produk baru rakitan lokal MINI Cooper Countryman dan Mini Cooper S Countryman.

Meski pengunjung tak sepadat tahun lalu, pabrikan tetap panen penjualan. Lexus, misalnya, sepanjang 6 hari pameran telah mengantongi 100 SPK. “Pasar Indonesia masih bagus, tapi ada kesulitan dengan supply and demand, kan demand-nya Lexus banyak,” ujar General Manager Lexus Indonesia, Adrian Tirtadjaja.

GIIAS 2018 di ICE BSD Serpon, Tangerang, diikuti oleh 250 merek, termasuk di antaranya 25 merek mobil, yang mencakup 19 merek kendaraan penumpang yakni Audi, BMW, Chevrolet, Daihatsu, Datsun, DFSK, Honda, Hyundai, Isuzu, Lexus, Mazda, Mercedes-Benz, MINI, Mitsubishi, Nissan, Suzuki, Toyota, VW, dan Wuling; serta 6 merek kendaraan niaga yakni FAW, Hino, Isuzu, Mitsubishi FUSO, Tata Motors, dan UD Truck.

Selain merek sepeda motor, pameran berskala internasional ini juga didukung oleh peserta industri aksesoris otomotif dan aftermarket, termasuk ban, audio, cat pelindung, kaca film, hingga pengharum ruang kendaraan.

***

Bagi yang berencana membeli mobil, ajang ini memiliki daya tarik. Selain pilihan produk, juga menawarkan beragam paket promosi, dan harga miring.

Namun, GIIAS 2018 yang mengusung tema Beyond Mobility, sebenarnya didesain sebagai ajang pameran inovasi dan produk terbaru untuk mengedukasi masyarakat. Beyond Mobility diartikan sebagai proses evolusi kendaraan bermotor yang buka sekadar alat transportasi tetapi berfungsi sebagai pendorong pencapaian kualitas kehidupan.

Henry Tanoto, Vice President Director  PT Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan bahwa Toyota mengusung inovasi dan produk teknologi tinggi  untuk mengedukasi masyarakat tentang kendaraan ramah lingkungan, dan cerdas.

“Saya kira tahun ini bisa lebih leluasa saat melihat deretan mobil dari dekat. Tahun lalu, jalan saja agak berdesakan,” katanya Emir, pengunjung yang datang bersama anak dan istrinya, Jumat (10/8). “Mobil yang dipamerkan juga lebih futuristik. Mobil-mobil di sini menandakan kemajuan zaman.”

Baca Juga:   Ini penjelasan kenapa RI harus bayar Rp 55,37 T beli saham Freeport

Emir menilai pabrikan telah berlomba-lomba membuat mobil secanggih mungkin. Namun, menurut dia, faktor keamanan itulah faktor yang terpenting pada sebuah kendaraan.  Selain nyaman, mobil harus tetap aman dikendarai.

Tidak hanya masyarakat umum, GIIAS 2018 juga menggelar program Student’s Day  untuk menambah wawasan dan ilmu tentang dunia otomotif, khususnya kepada para pelajar. Program pada hari ke-7 pameran ini diikuti lebih dari 700 pelajar dan mahasiswa dari 9 SMK dan universitas di Jakarta dan Tangerang.

GIIAS 2018 juga diramaikan dengan sejumlah aktivitas di Beyond Mobility Area, Demo Area, dan Community Area yang memperkenalkan dan mendemonstrasikan langsung fitur teknologi dari produk unggulannya. Para pengunjung juga berkesempatan untuk menjajal mobil di Test Drive & Test Ride Area.

Dan agenda pentingnya adalah The 13th Gaikindo Indonesia Automotive Conference (GIAC). GIAC mengeksplorasi isu tren industri mobil ramah lingkungan, termasuk mobil listrik, hingga standar emisi kendaraan bermotor.

Sebagai catatan, bahwa industri otomotif Indonesia telah berkomitmen untuk memasuki fase baru merespon penerapan standar Euro 4, serta implementasi mandatori biosolar dengan kadar faty acid methyl ester 20% (B20).

Dan, di akhir pameran digelar Exhibitors Night GIIAS 2018, untuk akan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta GIIAS 2018 melalui program pemilihan favourite booth dan favorite car. Dan, tak kalah menarik adalah kontes Miss Autoshow 2018.