Guardiola Berharap Sterling Bertahan di Man City

REKANBOLA – Manchester City ingin mengikat Raheem Sterling dengan kontrak jangka panjang, tetapi Pep Guardiola sendiri tak begitu yakin dengan syarat-syarat kesepakatan yang diajukan oleh sang pemain. Sebagai pelatih, Guardiola berharap Sterling bertahan karena membutuhkannya sebagai tambahan kekuatan skuat Man City.

Sebelumnya, Gabriel Jesus baru saja menjadi pemain yang menjalin komitmen dengan Man City dengan perpanjangan kontrak sampai 2023. Jesus menyusul Kevin De Bruyne, David Silva, Fernandinho, Nicolas Otamendi dan Ederson yang sudah lebih dahulu menandatangani perpanjangan kontrak.

Sterling masih belum mengikuti jejak enam pemain tersebut meskipun musim lalu dia menyumbangkan 23 gol di seluruh kompetisi Man City. Saat ini kabarnya pihak klub sedang menjalin negosiasi dengan agen sang pemain.

Baca lanjutan komentar Guardiola soal Sterling di bawah ini:

Ingin Bertahan

Ingin Bertahan

Meski menyerahkan negosiasi kepada pihak klub, Guardiola menegaskan ingin mempertahankan Sterling. Baginya Sterling adalah pemain penting dan segala pihak Man City memang ingin dia bertahan.

“Tidak ada keraguan bahwa kami menginginkan dia. Dia tahu itu, agennya tahu. Kami menginginkannya. Txiki (Begiristain) sudah berbicara dengannya. Sudah jelas bahwa sejak hari pertama kami menginginkan dia,” tegas Guardiola di fourfourtwo.

“Namun kesepakatan tetaplah kesepakatan, agen adalah agen dan pemain tetaplah pemain. Pada akhirnya saya tak tahu apa yang akan terjadi tetapi saya pastikan pada anda, 100 persen, klub, saya sebagai pelatih, direktur olah raga dan rekan setimnya, kami menginginkan dia bertahan di sini.”

Ingin Menang

Ingin Menang

Lebih lanjut, Guardiola juga menyampaikan pendapatnya soal laju Man City di musim mendatang. Dia menjamin Man City tetaplah tim yang haus gelar juara meski musim lalu sudah meraih kesuksesan di Premier League.

Baca Juga:   Setelah Dihajar Smalling, Begini Kondisi Teranyar Messi

“Dari sudut pandang saya para pemain tak perlu cemas. Rasa takut akan kekalahan membuat saya lapar lagi. Seluruh pelatih mencoba menghindari perasaan ketika anda kalah di pertandingan.”

Anda merasa bersalah, anda merasa buruk. Perasaan sederhana takut kekalahan membuat anda lapar,” tutup Guardiola.

Baca Juga :