Guardiola: Juara Premier League Lagi Akan Sangat Sulit

Rekanbola – Manchester City terus dijagokan sebagai kandidat kuat juara Premier League musim ini. Salah satu alasannya adalah skuat sang juara bertahan tersebut tidak mengalami banyak perubahan. Man City masih begitu digdaya.

Musim ini, Man City tak kehilangan satu pemain pun dan mendapat kekuatan tambahan dalam diri Riyad Mahrez. Permainan Man City masih begitu sulit diimbangi tim lawan, Man City doyan menang besar.

Oleh sebab tu, Man City diprediksi mampu mempertahankan gelar juara mereka. Adapun tim terakhir yang mampu melakukannya adalah Manchester United pada 2008/09, saat masih ditangani Sir Alex Ferguson.

Pelatih Man City, Pep Guardiola percaya mempertahankan gelar juara Premier League sangatlah sulit. Baca komentar selengkapnya di bawah ini:

 

Konsisten

Premier League sangatlah sulit, dan menjadi juara bertahan bukan tugas mudah. Guardiola sadar persaingan musim ini berjalan lebih ketat dari musim lalu. Alhasil, dia percaya segalanya akan ditentukan oleh konsistensi.

“Juara lagi akan sangat sulit. Kami tahu skala klasemen ini, betapa ketatnya itu tetapi target kami adalah tampil konsisten sampai akhir musim dan setelahnya baru kita berbicara,” kata Guardiola di laman resmi mancity.

“Jika kami bereaksi demikian, kami tidak boleh mengeluh. Kami bisa menang, kami bisa kalah, tetapi yang lebih penting adalah menjadi diri kami sendiri.”

“Itulah target utama kami dan hasil pertandingan adalah konsekuensi dari hal itu,” sambungnya.

 

Lupakan Hasil

Lebih lanjut, Guardiola meminta timnya melupakan soal hasil pertandingan. Menurutnya, pada tahap saat ini, yang terpenting adalah fokus pada cara bermain dan semua detail kecilnya. Hasil pertandingan akan menyusul permainan yang apik.

Baca Juga:   Cerita Alisson Becker: Kagumi Buffon, Belajar dari Oblak dan Ter Stegen

“Saya selalu mengatakan, jangan terlalu fokus pada hasil pertandingan, khususnya di tahap musim saat ini, lupakan saja, fokus pada apa yang harus kita lakukan, apa yang bisa kita perbuat.”

“Fokus pada permainan, bermain, pada cara kami ingin bermain. Pada detail-detail kecel itu. Selalu, hasil pertandingan akan jadi konsekuensinya,” tutup Pep.