Gubernur Sulut Buka Asean Science Camp 2018

Rekanbola-  Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey membuka secara resmi penyelenggaraan kegiatan Asean Science Camp (ASC) 2018. Acara ini diikuti 24 negara termasuk Indonesia.

Forum tahunan untuk para perguruan tinggi dan mahasiswa ini bertujuan untuk mempromosikan kemajuan ilmu pengetahuan di kawasan Asia. Dalam sambutannya Gubernur Olly mengatakan pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara sangat bangga dengan kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah.

“Terlebih karena pelaksanaan ASC ini bertujuan mencerahkan para pemuda yang berbakat sains dengan berdikusi dan berdialog dengan dengan para top scholars di dunia dan untuk mempromosikan persahabatan dan kerja sama internasional di antara siswa muda dan mahasiswa terbaik generasi berikutnya di Asia,” ujar Olly.

Olly berharap pelaksanaan Asian Science Camp di Sulut sukses sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk saling berbagi informasi. Selain itu menghasilkan rekomendasi yang dapat semakin memperkuat nilai-nilai persahabatan yang kuat, solidaritas, cinta kasih, cinta lingkungan, cinta pada masa depan.

“Dan cinta kepada Tuhan di atas pemahaman dan kesadaran bahwa Torang Samua Ciptaan Tuhan (Kita Semua Ciptaan Tuhan),” ujarnya.

Tak sekadar event science, ASC diharapkan dapat mendongkrak pariwisata Sulut.

“Selain upaya peningkatan kualitas pendidikan daerah maupun nasional, juga dalam waktu bersamaan dapat mempromosikan potensi pariwisata daerah yang kita miliki bagi kalangan internasional, khususnya bagi kalangan pelajar di kawasan Asia,” jelasnya.

Sasaran utamanya yakni peningkatan kualitas pendidikan semakin baik. “Kita harus mampu mengimbangi atau bahkan bisa menjadi parameter bagi dunia pendidikan di kawasan regional dan internasional,” kata Olly.

Sekadar informasi, ASC pertama diadakan di Taipei pada 2007, dan kemudian diadakan di Bali (2008), Tsukuba Jepang (2009), Mumbai India(2010), Daejeon Korea Selatan (2011), Universitas Ibrani Yerusalem Israel (2012).

Baca Juga:   Produsen Asal Thailand Bakal Bangun Pabrik Petrokimia Terbesar di RI

Ide kamp tahunan ini diusulkan oleh Yuan Tseh Lee dan Masatoshi Koshiba pada tahun 2005. Gagasan Asian Science Camp diusulkan September 2005 setelah pertemuan tahunan Pemenang Nobel dan Mahasiswa Nobel di Lindau, Jerman oleh Profesor Yuan Tseh Lee (pemenang Nobel Kimia 1986) dari Chinese Taipei, dan Profesor Masatoshi Koshiba (pemenang Nobel Fisika 2002) dari Jepang.

Asian Science Camp 2018 yang dilaksanakan sejak 3-9 Agustus 2018 mengundang selusin pemenang Nobel atau ilmuwan terkemuka dunia sebagai pembicara dan merancang sebuah program menarik untuk menarik semua peserta, termasuk sesi pleno, diskusi meja bundar, dialog master siswa, kompetisi poster kreatif, acara sosial dan kunjungan.

Hadir dalam pembukaan kegiatan pimpinan Surya Institute Prof. Yohanes Surya, Ph.D, Sekretaris Daerah Provinsi Edwin Silangen,SE,MS, Kadis Pendidikan Provinai Sulut dr. Grace Punuh.

 

( Sumber : detik.com )