Gus Ipul: Penutupan lokalisasi tidak bisa dengan serampangan

Rekanbola.com – Program memajukan Jawa Timur sudah dirancang pasangan calon (Paslon) Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Gus Ipul ingin Jatim terbebas dari lokalisasi yang bisa merusak moral masyarakat.

“Saya dan mbak Puti sudah merancang untuk menutup lokalisasi di Jatim,” kata Saifullah Yusuf, Rabu (31/1).

Gus Ipul panggilan Saifullah Yusuf mengatakan, dari identifikasi yang dilakukan, ada sekitar 47 lokalisasi aktif yang ada di Jawa Timur. Lokasi-lokasi tersebut akan segera ditutup supaya masyarakat tidak terdampak atas keberadaan tempat esek-esek itu. Namun, proses penutupan akan dilakukan dengan baik dan pelan-pelan.

Penutupannya, ujar dia, tidak bisa dilakukan secara serampangan, karena pemerintah provinsi (Pemprov) harus memberikan edukasi terhadap pekerja seks komersial (PSK). Jika mereka tidak diberikan keterampilanuntuk bertahan hidup, bisa dipastikan mereka akan kembali bekerja sebagai PSK.

“Makanya kita akan lakukan secara pelan-pelan, tidak serampangan. Banyak pertimbangan yang harus dijalankan,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul mengaku, cara penutupan lokalisasi yang dilakukan di dolly Surabaya akan menjadi acuan. Sistem pendekatan terhadap masyarakat sangat bagus, akhirnya tidak ada gejolak-gejolak yang bisa membahayakan pemerintahan. Penutupan tersebut, lanjut dia harus dilakukan bersama-sama dengan pemerintah daerah. Selain itu, masyarakat juga turut andil besar dalam penutupan.

Menurut dia, sebelum melakukan penutupan seyogyanya ada kajian secara ilmiah yang dilakukan pemerintah. Kajian tersebut akan dijadikan landasan untuk memberikan solusi-solusi yang harus dilakukan terhadap penghuninya. Jangan sampai ada penutupan sedangkan penghuninya terlantar.

“Minimal seperti di dolly. Itu bisa dijadikan acuan, setelah di tutup pemerintah melakukan pembinaan supaya PSK memiliki keterampilan,” jelas Gus Ipul.

Dari 47 lokalisasi, kata dia, ada sekitar 7.000 penghuni, mereka juga menjadi warga negara, artinya ada pesan moral yang memang harus diselesaikan, berupa pemberianketerampilan dalam bekerja. Pemberianketerampilan ini, bisa dilakukan dengan cara melakukan kerjasama dengan pihak-pihak ketiga, seperti kampus.

Baca Juga:   Jokowi: Jika Ada Aparat Tak Netral, Lapor Bawaslu!

Menurut dia, kampus memiliki peran cukup bagus untuk meningkatkanketerampilan penghuni lokalisasi. Karena, kampus juga memiliki program sebagai perguruan tinggi, yakni melakukan pengabdian terhadap masyarakat. Sedangkan untuk mahasiswa pengabdian diwujudkan dengan mengadakan kuliah kerja nyata (KKN).

“Saya akan meyakinkan proses penutupan berjalan dengan lancar, asal penutupan dilakukan dengan cara pelan-pelan,” ungkap Wakil Gubernur Jatim ini.

 

Baca Juga :

 

Hasil gambar untuk MInion logo