Habib Novel Solo Amanahkan Vespa Ini Dijual untuk Amal

Rekanbola – Ada yang unik dari salah satu stand Otobursa Tumplek Blek tahun ini, dari penjual barang antik, yaitu Vespa yang tidak hanya mengambil keuntungan semata, tetapi juga mengajak beramal untuk menyumbangkan hasil penjualannya ke sebuah yayasan.

Pemilik stand Vespa klasik tersebut adalah Farid Kamaludin alias Kamal Al Qobuli, yang mengajak pengunjung untuk membeli motor sekaligus beramal.

Memang tidak semua Vespanya untuk disumbangkan, hanya 2 Vespa klasik tipe Sprint tahun keluaran 1977 yang dijual untuk disumbangkan.

“Yang untuk disumbangin itu kan ada 2 Vespa, satu punya pribadi saya dan satu lagi punya Habib Novel Alaydrus dari Solo. Jadi pas saya hunting ke sana di rumahnya ada Vespa dan disuruh bawa pulang dan saya urusin.

Nah, karena sekarang sedang membutuhkan uang untuk pembangunan Majelis Ar-raudhoh, makanya saya jual, diamanahkan oleh Habib Novel langsung,”

ujar Kamal saat ditemui detikOto di Otobursa Tumplek Blek 2018 di Gambir Expo Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Vespa yang dipajang pun bervariasi mulai dari tahun 1966 hingga tahun 2001. Kamal sendiri memiliki 7 Vespa koleksinya, dan hanya membawa 4 Vespa dan 1 Vespa milik Habib Novel digas langsung olehnya bersama teman-temannya.

Harganya mulai dari Rp 18,5 juta hingga Rp 55 juta. Ia memang pecinta Vespa sejak kecil bahkan dari SD ia sudah mulai belajar Vespa.

“Kenapa saya sekarang suka jual Vespa ya karena dulu dari saya beli Vespa yang harganya Rp 300 ribu dari tempat barang bekas, kemudian saya rapihkan dan cat, saya jual lagi jadi Rp 900 ribu, dari situ saya sangat suka jualan Vespa. Saya bukan penjual aja, kayak ngecat, restorasi semua saya lakukan,” ujar Kamal.

Baca Juga:   Mobil Terbang Sudah Bisa Dipesan, Siapkan Duit Rp 5 Miliar

Kamal sendiri memang mematok harga Rp 70 juta untuk dua Vespa Sprint miliknya tersebut. Dia pun memiliki alasan mengapa harga Vespa miliki bisa cukup mahal.

“Untuk tahun-tahun sekarang kan Vespa sudah mulai susah dicari, apalagi kita sudah ngejual untuk dapatnya lagi kan susah, makanya sekarang harganya tinggi.

Kan sudah mulai jadi incaran orang, polisi pun kan dulu nggak ada yang namanya penilangan motor vespa. Sekarang udah tahu, karena di Vespa itu sudah booming, ada harganya dulu kan ya nggak ada harganya lah,” ujar Kamal.

“Ini masih orisinil semua, baik cat sama bodi tidak ada tambalan. Ini juga sempat jadi juara saat di kontes Vespa waktu itu. Lagi pula ini juga buat amal,” tambahnya.

 

( Sumber : detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *