Hal Belum Terungkap dari Penyerangan Sopir Bus Pemicu Kecelakaan

REKANBOLA – Kecelakaan beruntun yang melibatkan bus Safari Lux dan tiga kendaraan lainnya di Tol Cipali Km 150+900, Majalengka, Jabar akibatkan 12 orang tewas. Polisi menyebut kecelakaan maut tersebut dipicu penyerangan seorang penumpang kepada sopir bus Safari Lux.

Polisi sudah menetapkan Anshor (29) sebagai tersangka penyerangan. Kini lelaki warga Cirebon, Jawa Barat, itu ditempatkan di ruang isolasi perawatan khusus RS Mitra Plumbon Cirebon. Ia mengalami luka berat akibat insiden kecelakaan tersebut.

Meski Anshor sudah mengakui menyerang sopir bus, polisi masih menyelidiki rangkaian peristiwa ini. Ada hal-hal yang belum terungkap yang melatari Anshor menyerang sopir bus yang tengah melaju di Tol Cipali.

– Anshor Mengaku akan Dibunuh Sopir Bus

Anshor mengakui perbuatannya menyerang sopir bus Safari Lux. Hal itu diungkapkannya kepada polisi. Namun motif di balik aksi nekat Anshor itu masih menyisakan tanda tanya.

Anshor diketahui menaiki bus Safari Lux dari Bekasi tujuan Cirebon. Saat bus melintas di Km 150+900, Majalengka, Anshor menyerang sopir bus, Roni Martampubolon. Anshor, berdasarkan keterangan saksi atau penumpang lainnya, tiba-tiba mengambil alih kemudi bus hingga akibatkan kecelakaan maut.

Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan Anshor menyerang sopir lantaran mendengar percakapan yang membahayakan nyawanya. Anshor beraliibi bahwa sopir hendak menghabisi nyawanya.

“Menurut keterangan Anshor, bahwa sopir dan kernet itu hasil pembicaraan telepon akan membunuh dia (Anshor), ‘saya mau dibunuh sama sopir sama kernetnya. Tahu dari mana, dari pembicaraan telepon’,” kata Rudy di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/6).

Polisi mendalami pengakuan Anshor yang menyatakan hendak dibunuh sang sopir. Benar atau tidaknya ungkapan Anshor itu perlu pembuktian. Namun keterangan kunci dari sopir dan kernet bus Safari Lux tak mungkin dilakukan polisi lantaran keduanya tewas akibat kecelakaan maut tersebut.

Baca Juga:   Kronologi Kebakaran Pabrik Korek Gas di Langkat

Lalu apa motif sebenarnya? “Sedang kita selidiki,” ucap Kapolres Majalengka AKBP Mariyono saat dikonfirmasi, Senin (17/6).

– Bagaimana Hasil Tes Kejiwaan Anshor?

Polisi sudah meminta keterangan kepada Anshor. Selain itu, polisi mengambil sampel urine lelaki yang bekerja sebagai sekuriti itu. Ternyata kandungan urine Anshor negatif narkoba. Artinya, Anshor menyerang sopir bus tanpa pengaruh narkoba atau zat psikotropika lainnya.

“Hasilnya (tes urine) negatif. Yang pasti penyebab kecelakaan karena adanya penyerangan,” kata Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi.

Polisi berencana memeriksa kejiwaan Anshor. Hal tersebut guna memastikan apakah Anshor mengalami gangguan jiwa atau tidak.

“Kita akan proses penyelidikan dulu. Nanti rangkaian dalam proses pemeriksaan lebih dalam, kita lakukan cek kejiwaan,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (17/6/2019).

– Siapa Penelepon Sopir Bus?

Polisi terus menggali penyelidikan apakah betul penyerangan sopir bus itu didorong karena ada percakapan pembunuhan? Penelpon yang bicara dengan sopir bus, Roni Martampubolon, juga masih misteri.

Polisi meminta keterangan saksi atau penumpang lainnya yang berada di dalam bus Safari Lux. Seorang perempuan yang memberikan keterangan kepada polisi menyebut bahwa sang sopir bus tengah menelepon saat penyerangan oleh Anshor.

“Kita sudah dapat keterangan dari saksi seorang ibu-ibu duduk di belakang sopir. Saat sopir sedang teleponan dan didampingi kondektur, ada seseorang menyerang mengambil alih kemudi,” kata Rudy di RS Mitra Plumbon Cirebon, Jabar, Senin (17/6).

“Ada seorang saksi, ini penting sekali saksinya. Saksi ini mengatakan bahwa ada seseorang yang menyerang sopir,” Rudy menambahkan.

Akibat penyerangan yang dilakukan Anshor, bus Safari berpindah jalur, dari jalur arah Cirebon berpindah ke jalur arah Jakarta. Tabrakan beruntun terjadi.

Baca Juga:   Rusia Akan Gelar Latihan Perang Terbesar dengan 300 Ribu Tentara

Sebanyak 12 orang tewas, termasuk sopir bus dan kernet. Sedangkan Anshor mengalami luka berat. Puluhan orang lainnya terluka. Kejadian maut yang tewaskan belasan orang itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, Senin (17/6).