Hanya Harapan yang Membuat Kita Tegar Hadapi Segala Ujian Kehidupan

REKANBOLA – Apakah ada sosok pahlawan yang begitu berarti dalam hidupmu? Atau mungkin kamu adalah pahlawan itu sendiri? Sosok pahlawan sering digambarkan sebagai seseorang yang rela berkorban. Mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri. Seperti kisah sahabat Vemale yang diikutsertakan dalam Lomba Kisah Pahlawan dalam Hidupmu ini. Seorang pahlawan bisa berasal dari siapa saja yang membuat pengorbanan besar dalam hidupnya.

Aku tak punya banyak kisah yang menarik untuk kuceritakan. Tetapi setelah aku jauh dari rumah aku menyadari bahwa aku mempunyai superhero yang yang berkekuatan super. Sekarang aku memang sedang berada di dunia perkuliahan  i salah satu kampus di Malang. Ya itu adalah harapan kedua orangtuaku agar aku menjadi seseorang yang berguna. Ketika jauh dari rumah, aku sungguh merindukan kehangatan yang tercipta bersama keluargaku. Setiap hari aku memikirkan ingin pulang pulang dan pulang. Sungguh semuanya berbeda di dunia rantau ini. Aku masih merasa belum siap untuk menghadapi segala sesuatu sendiri.

Aku memang masih anak kecil yang merindukan pelukan ibu di setiap tidurku. Tapi setelah satu semester berlalu aku kembali berpikir bahwa, “Masak iya sih aku kayak gini terus? Jadi orang egois yang mementingkan dirinya sendiri tanpa menghiraukan harapan kedua orang tuaku untuk masa depanku nanti. Kapan aku bisa membuat mereka merasa puas dengan segala didikannya selama ini. Membuat mereka bahagia seperti mereka membuatku bahagia selama ini?”

Aku rasa aku membuang banyak waktu hanya untuk memikirkan cepat pulang dan bertemu dengan mereka. Kadang-kadang ketika liburan entah 3 hari atau berapa hari aku sempatkan untuk pulang ke rumah hanya untuk sekadar mengobati rasa kangen. Jarak rumah dan tempat kuliah mungkin sekitar 5-7 jam perjalanan naik bus. Tapi di rumah pun aku nggak pernah melakukan sesuatu yang menurutku berguna. Hanya sekedar jumpa dan balik lagi ke perantauan.

Baca Juga:   Lai Guan Lin Kenakan Kaus Palsu Justin Bieber, Fan Murka

Akhirnya aku memutuskan untuk lebih giat lagi belajar. Mungkin dengan itu aku akan menemukan jalanku sendiri. Kalau aku terus saja rindu dan ingin pulang, maka nggak akan ada hasil nantinya. Ya setelah itu baru muncul pikiran-pikiran positif dalam diriku, aku harus melakukan sesuatu.

Nasihat dari bapak dan ibu selalu terngiang di kepalaku. Sekarang aku pun tidak fokus lagi pada kerinduan suasana di rumah, ya memang tidak dipungkiri rasa itu masih tetap ada sampai sekarang. Tapi aku lebih berorientasi bagaimana menghadapi persaingan dan dunia luar ke depannya. Aku ingin menjadi apa, itulah yang harus aku lakukan sekarang.

Setiap hari masalah demi masalah datang dan mereka lah yang memberiku semangat. Aku selalu suka dengan cerita-cerita bapak dan ibu ketika mereka masih muda dulu. Bagaimana mereka berjuang untuk bisa bersekolah dan menggapai cita. Maklum saja, bapak dan ibu bukan terlahir dalam keluarga yang berada. Hanya anak seorang petani dan pikiran orang tua pada saat itu setelah sekolah adalah bekerja, tak ada biaya untuk sekolah lagi.

Tapi bapak dan ibu punya tekad untuk masa depan yang lebih cerah, maka mereka mencari cara untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Akhirnya mendapat beasiswa dan lanjut lagi ke SPG (Sekolah Pendidikan Guru) atau dulu setingkat dengan SMA. Orang-orang yang sekolah di sana bisa dikatakan adalah dari keluarga dengan ekonomi yang biasa-biasa saja, pakaiannya pun lusuh. Kata ibuku seperti itu, menjadi bahan olok-olok. Tapi ya siapa yang menyangka jika sekarang ini kehidupan kami jauh lebih baik, alhamdulillah ‘ala kulli hal. Bapak dan ibu adalah anak sulung, dari semua saudaranya merekalah yang punya tekad yang kuat untuk memperbaiki kehidupannya, tidak mau hanya jadi petani yang bekerja kasar di sawah. Dengan usaha dan perjuangan mereka berhasil membuktikannya.

Baca Juga:   Kisah Wanita yang Putus dengan Pacarnya karena Diejek Punya Perut Buncit

Orangtuaku juga sering bercerita tentang masa sulit dalam hidupnya. Makan seadanya, jika ingin sesuatu maka ditahan dulu, sekolah pakai seragam, tas, sepatu, dan dengan uang saku seadanya. Ada masa-masa di mana terkadang hidup tak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan. Hanya harapan yang membuat kita tegar dalam menghadapi segala ujian kehidupan. Setelah lulus SPG pun belum tentu mereka menjadi guru, ada tenggang waktu beberapa tahun untuk mencoba pekerjaan yang mungkin tak pernah mereka bayangkan. Tapi kerja keras dan kemauan yang kuat mereka tak pernah mundur.

Sekarang pun terlihat bagaimana hasilnya. Mereka hanya tidak mau anak-anaknya merasakan hal yang sama seperti mereka. Tapi setelah sekarang kehidupan kami bisa dikatakan ya semuanya serba ada, mereka tetap mengajarkanku untuk hidup sederhana, saling berbagi terhadap sesama, merasa cukup dengan apa yang ada.

Aku senang aku hidup dengan cerita-cerita mereka yang selalu menginspirasiku. Sekarang, ketika aku berada di dunia perantauan aku merasakan sendiri bagaimana harus berjuang demi sebuah impian. Dengan cerita-cerita itu membuatku kuat dan optimis dalam menghadapi kehidupan. Aku melihat sendiri bahwa di luar sana masih ada orang-orang yang tak seberuntung diriku. Aku merasa cukup dengan apa yang aku punya sekarang. Yang harus aku lakukan adalah tetap berusaha untuk menggapai semua impian yang sudah kutulis dalam dreamlist-ku. Itu semua semata-mata hanya untuk membuat orangtuaku bahagia dan tak pernah berfikir bahwa mereka merasa gagal dalam mendidikku selama ini. Aku tak ingin mendengar kata kecewa dalam diri mereka padaku.

Terima kasih telah menjadi pahlawanku. Pengalamanmu menguatkanku, harapanmu adalah mimpi terbesarku. Hidup dalam cerita-cerita itu membuatku semakin dewasa dalam mengambil sikap.

Baca Juga:   Putri Una - 5 Fakta DJ Seksi dari Juara Dunia hingga Gosip Penyuka Sesama Jenis

Terima kasih telah menyelamatkanku dari dunia yang kelam, menjadi manusia mandiri dan tahu apa artinya saling menghormati. Hidup sederhana walau semua serba ada adalah caramu mendidikku agar tak menuhankan materi demi kesenangan sesaat. Merasa cukup adalah caramu menjadikanku manusia yang tidak serakah. Kalianlah pahlawan sesungguhnya, bekerja sepenuh hati tanpa mempedulikan kesenangan diri. Tak seperti spiderman dan wonderwoman, kostummu adalah kasih sayang dan ketulusan yang membuat kalian kuat dan terlihat hebat.