Harga Daging Ayam Ras di Pasar Kembali Naik

Rekanbola Harga daging ayam ras di pasar tradisional kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, beranjak naik setelah sempat mendekati normal seperti sebelum bulan Ramadhan.

Dari pantauan di Pasar Manis, harga daging ayam ras saat ini mencapai Rp36.000 per kilogram.

“Harganya naik, sebelumnya sebesar Rp35.000/kg namun sekarang Rp36.000/kg,” kata salah seorang pedagang daging ayam ras, Siti, Kamis (25/10).

Ia mengakui harga daging ayam ras sempat turun menjadi Rp34.000/kg atau mendekati harga normal seperti sebelum bulan Ramadhan yang berkisar Rp32.000-Rp33.000/kg.

Menurut dia, penurunan harga daging ayam ras tersebut terjadi seiring dengan terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.

Akan tetapi, kata dia, penurunan harga tersebut hanya berlangsung selama beberapa hari dan selanjutnya beranjak naik.

“Setelah sempat turun hingga Rp34.000/kg, harga daging ayam ras kembali naik menjadi Rp35.000/kg dan sekarang mencapai Rp36.000/kg. Akibatnya, penjualan daging ayam ras menjadi lesu,” katanya.

Ia mengatakan jika biasanya bisa menjual 20 ekor daging ayam ras atau setara 45 kg dalam waktu beberapa jam, sekarang harus menunggu sampai siang hari hingga dagangannya habis terjual.

Dia mengaku khawatir harga daging ayam ras terus beranjak naik hingga menjelang akhir tahun sehingga makin berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

“Setiap kali menjelang akhir tahun, harga daging ayam ras biasanya mengalami kenaikan,” jelasnya.

Kendati harga daging ayam ras mengalami kenaikan, harga telur ayam ras di Pasar Manis cenderung stabil dalam beberapa pekan terakhir setelah sempat mencapai Rp29.000/kg.

Salah seorang pedagang, Wasis mengatakan harga telur ayam ras saat ini sebesar Rp21.000/kg atau telah kembali normal seperti saat sebelum bulan Ramadhan.

Baca Juga:   Dipanggil Timnas Inggris, Ini Kata Sancho soal Gareth Southgate

“Alhamdulillah penjualannya juga stabil karena rata-rata setiap harinya saya bisa menjual sebanyak satu peti atau sekitar 10 kilogram. Permintaan dari konsumen juga normal,” katanya.

Pedagang lainnya, Ramiah mengakui jika harga telur ayam ras sempat berfluktuasi, namun sekarang relatif stabil sehingga penjualannya tidak terkendala.

“Kalau sedang ramai, saya bisa jual hingga dua peti tapi kalau pas sepi, paling cuma satu peti,” katanya.

Salah seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di Pasar Manis, Ninah mengakui harga telur dan daging ayam ras saat sekarang mengalami penurunan, tidak seperti beberapa waktu sebelumnya.

“Kalau bisa lebih diturunkan lagi meskipun biasanya menjelang akhir tahun kembali terjadi kenaikan harga, tapi sebisa mungkin jangan terlalu tinggi. Misalnya, untuk telur maksimal ya Rp23.000/kg,” katanya.

Berdasarkan lampiran Permendag Nomor 96 Tahun 2018, harga acuan pembelian di petani untuk daging ayam ras dan telur ayam ras berkisar Rp18.000-Rp20.000/kg, sedangkan harga acuan penjualan di tingkat konsumen untuk daging ayam ras sebesar Rp34.000/kg dan telur ayam ras sebesar Rp23.000/kg.