Harga Telur Alami Kenaikan Selama 2 Minggu Terakhir

REKANBOLA – Harga telur ayam di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami kenaikan. Salah satu pedagang, Yudi, menjelaskan harga telur ayam di lapaknya mulai merangkak naik dalam 2 minggu belakang ini. Dia sendiri menjual telur ayam Rp 23.000 per kilogram.

Kenaikan harga telur, lanjut dia, amat bervariasi. Rata-rata pedagang menjual di harga Rp 24.000 per kilogram. Namun, ada juga menjual dengan harga yang lebih tinggi.

“Sudah dua mingguan. Sekarang saya jual Rp 23.000 per kilogram dari Rp 21.000. Ini bertahan dulu. Sudah mulai naik rata-rata Rp 24.000. Ada yang sudah Rp 25.000 per kilogram,” kata dia, saat ditemui, di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (24/11).

Dia mengakui bahwa kenaikan harga telur ayam ini biasa terjadi menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru. Setelah Natal dan Tahun Baru biasanya harga akan kembali turun.

“Tiap tahun sama. Rata-rata tiap tahun memang merangkak naik. Tahun kemarin bisa sampai Rp 29.000 sampai Rp 30.000 per kilogram,” jelas Yudi.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa harga telur masih akan naik. Yudi mengaku masih menunggu harga telur yang akan masuk dari pemasok. Jika telur ayam yang dibeli dari pemasok naik harganya, maka dia pun akan menaikkan harga yang akan dijual ke masyarakat.

“Kita tinggal menunggu pasokan yang akan datang. Biasanya 4 sampai 5 hari pasokan baru masuk,” ujar dia.

Pedagang lain, Rumyati, mengatakan bahwa harga telur memang mengalami kenaikan. Dia bahkan sudah menjual Rp 26.000 per kilogram. “Kalau telur naik. Dari 1 kilogram harganya Rp 22.000 ke Rp 26.000 per kilogram,” ujarnya.

Kenaikan harga telur ini, kata Rumyati terjadi cukup signifikan dan tergolong besar. “Telur itu, kalau naik 4.000 udah besar itu naiknya,” tandasnya.

Baca Juga:   Gunung Agung Erupsi, Luhut: Nggak Bakal Ganggu Pertemuan IMF