Hasil French Open: Johanna Konta Halangi Sloane Stephens Kembali Ke Semifinal

REKANBOLA – Petenis unggulan ke-26, Johanna Konta memecah kebuntuan bagi negaranya di Roland Garros dengan menjadi petenis putri Inggris pertama dalam 36 tahun yang melenggang ke semifinal.

Pencapaian impresif tersebut Konta klaim setelah memetik kemenangan 6-1, 6-4 atas petenis unggulan ketujuh sekaligus runner up French Open musim lalu, Sloane Stephens setelah 70 menit.

Berkat kemenangan tersebut, petenis berusia 28 tahun, Konta mempertahankan catatan tak terkalahkan melawan petenis AS, Stephens dengan 3-0, setelah Konta mengalahkannya di babak pertama Sydney International awal musim ini dengan dua set langsung dan tiga pekan lalu di babak kedua Italian Open dengan tiga set.

Dengan performa yang cukup dominan, Konta hanya menghadapi satu peluang break point, memenangkan 33 dari 38 poin servis pertamanya, dan melesatkan25 winner dalam perjalanannya menyamai pencapaian seniornya, Jo Durie di French Open tahun 1983.

Kemenangan Konta juga akan menghasilkan finalis baru di French Open musim ini setelah Konta akan berhadapan dengan petenis unggulan ke-31, Petra Martic atau Marketa Vondrousova di semifinal, salah satu dari kedua petenis akan melakoni debut di semifinal Grand Slam.

“Ini pastinya salah satu performa terbaik saya,” ungkap Konta, yang melenggang ke semifinal Australian Open musim 2016 dan Wimbledon musim 2017, sambil tersenyum.

“Saya merasa benar-benar senang dengan cara saya mengatasi kondisi di sini dan bagaimana saya memberi kesempatan kepada diri saya sendiri untuk bermain dengan baik. Saya pikir saya memainkan permainan saya, hal yang benar-benar membuat saya senang.”

Pada periode 2013 – 2018, catatan kemenangan kekalahan Konta di turnamen clay-court WTA hanya mencapai 7-15, tetapi pada musim 2019, ia telah mencatatkan 15-3 di turnamen clay-court dan pencapaiannya masih bisa bertambah.

Baca Juga:   Nadal Belum Terbendung

Dalam satu bulan terakhir, runner up di Rabat dan Roma, Konta bersikeras bahwa ia tidak pernah meragukan kemampuannya untuk bermain di clay-court, tetapi musim ini, kepercayaan dirinya terpicu oleh sejumlah performa tak terlupakan di Fed Cup dan kerja sama dengan pelatih barunya, Dimitri Zavialoff.