Hebat, Hengky Kurniawan Tolak Gratifikasi Rp 1 Miliar

REKANBOLA – Belakangan ini, banyak dari kalangan artis yang memutuskan terjun ke dunia politik dan meninggalkan industri hiburan, salah satunya aktor tampan Hengky Kurniawan. Bahkan belum lama ini Hengky sudah resmi menjadi Wakil Bupati Kabupaten Bandung.

Tepat pada Kamis (20/9), Hengky dilantik oleh Gubenur Bandung, Ridwan Kamil. Hengky terlihat mengenakan seragam bernuansa putih lengkpa dengan topinya. Kini ia pun resmi menjadi pendamping Ridwan Kamil.

Kabar tersebut dapat dilihat melalui akun Instagram pribadi Hengky. Bapak tiga anak itu telah mengunggah beberapa momen saat dirinya berada di Gedung Merdeka bersama anggota lainnya.

Alhamdulillah Hari ini kami dilantik oleh Bapak Gubernur @ridwankamil Dan resmi menjadi pelayan masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” tulis Hengky dalam keterangan foto. “Terimakasih teman2 untuk doa dan ucapanya.”

Menjadi seorang Wakil Gubenur tentu saja banyak tugas yang diemban oleh Hengky. Termasuk, menjalankan tugas secara benar dengan menolak segala praktik di dalamnya.

Menjadi seorang politisi tentu tak jauh dari godaan penyalahgunaan wewenang karena iming-iming duit, hal itu pun disadari oleh Hengky. Kendati demikian, Hengky berkomitmen akan selalu menjaga amanah masyarakat agar tak tergiur dengan hal-hal semacam itu.

Baru saja mendapatkan kepercayaan sebagai Wakil Gubernur, ternyata Hengky sudah sempat mendapatkan tawaran gratifikasi dari beberapa oknum. Mereka meminta Hengky untuk memuluskan keinginannya dengan cara ilegal.

“Seminggu sebelum dilantik itu saya sudah mendapat teror dari beberapa oknum lah yang ingin jadi pejabat publik, memuluskan projek, pokoknya macam-macam lah,” tutur Henky dilansir Okezone. “Uang yang ditawarkan itu nyaris Rp1 Miliar.”

Mendapatkan tawaran itu Hengky pun terkejut dan tak menyangka. Beruntungnya, bintang sinetron “ABG” itu sama sekali tak tergoda dengan iming-iming tersebut.

Baca Juga:   Jadi Pejabat Daerah, Hengky Kurniawan Makin Cinta Istri

“Ya kaget lah, karena tiba-tiba aja berdatangan. Tapi insya Allah saya akan amanah,” kata Henky. “Saya bilang sama mereka itu bahwa saya tidak bisa menerima karena bertentangan dengan hati nurani.”

Mendengar hal itu, publik pun sempat menganggap bahwa pernyataan Hengky tersebut sering kali terjadi pada pejabat-pejabat lain di awal kerjanya. Namun ketika sudah berjalan, banyak juga yang tergiur dengan iming-iming itu.

Menanggapi hal itu, Hengky pun berharap agar masyarakat tak menyamaratakan semua orang. Ia juga mengingatkan bahwa tak semua orang yang bekerja di pemerintahan mempunyai keinginan negatif seperti mudah menerima suap.

“Tidak dipunkiri ada yang seperti memanfaatkan jabatan,” ujar Hengky. “Tapi kita juga tidak boleh menutup mata kepada mereka yang memang mau benar-benar melayani publik dengan tulus.”