Hirup Asap Ban Dibakar, Tujuh Penambang Tewas di Lombok Barat

Rekanbola – Sedikitnya tujuh penambang emas tewas diduga akibat menghirup asap pembakaran ban bekas yang masuk ke dalam lubang tambang di Desa Buwun Mas, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/6), sekitar pukul 09.00 WITA.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat, Hartono Ahmad, menyebutkan ada 12 korban yang sudah dievakuasi dari lubang tambang, 7 di antaranya meninggal dunia, 3 masih dirawat di Puskesmas Sekotong, dan 2 orang sudah diperbolehkan pulang.

“Seluruh korban merupakan warga Kabupaten Lombok Barat, baik yang meninggal dunia maupun masih dirawat dan yang sudah dipulangkan,” kata Hartono seperti dilansir dari Antara.

Para korban yang tewas adalah Supar (45) warga Banyumulek, Judin (35) warga Belongas, Wildan (30) warga Selodong, Nuri (35) warga Selodong, Rudini (25) warga Lekong Jae, Menter alias Gonjak (35) warga Lekong Jae, dan Nasri (30) warga Sauh.

Sedangkan para korban selamat adalah Sulaiman (28) warga Sauh, Ramli (28) warga Sauh, Kentung (40) warga Lekong Jae, Dong (32) warga Belongas, Nurimah (40) warga Selodong

Dari keterangan yang diperoleh, kata Hartono, pembakaran ban bekas diduga dilakukan oleh oknum penambang di mulut lubang tambang. Lokasi tambang berada di Dusun Soge, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong.

Para penambang yang terjebak di dalam lubang tambang berupaya untuk keluar, namun diduga mereka tidak mampu bertahan sehingga sebagian meninggal dunia dan lainnya berhasil dievakuasi.

Tim BPBD Kabupaten Lombok Barat, bersama anggota Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram serta TNI/Polri, masih berupaya melakukan pencarian kemungkinan korban lainnya di dalam lubang tambang.

“Kemungkinan jumlah penambang yang ada dalam satu lubang itu lebih dari 12 orang. Kami masih berupaya mencari kemungkinan ada korban lain,” ujar Hartono.

Baca Juga:   Dukung Jokowi-Ma'ruf, Komite Pedagang Pasar Bikin Kaos dan Kalender dari Dana Urunan

 

(Sumber : cnnindonesia.com)