IMM Tolak Sikap Amien yang Ancam Jewer Haedar Nashir

Rekanbola – Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Amien Rais mengancam akan menjewer Ketua Umum Muhammadiyah saat ini, Haedar Nashir, bila dia mengatakan untuk pilpres terserah masing-masing. Alasannya, Amien menilai sikap itu namanya bukan fatwa tapi penyelewengan.

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menilai, pernyataan yang dikeluarkan oleh Amien bertentangan dengan semangat khittah yang sudah pernah digagas dalam Muktamar Muhammadiyah tahun 1971 di Makassar yang menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak terikat dengan partai politik apapun, dan menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik. Sikap itu kemudian ditetapkan lagi pada tanwir Muhammadiyah pada tahun 2002 di Denpasar Bali yang secara prinsip menegaskan Muhammadiyah berbeda dengan partai politik.

“Di Khittah Denpasar juga ditegaskan kalau ada hal-hal yang genting, Muhammadiyah menjalankan peran sabagai interest groups, kelompok kepentingan, atau menyampaikan opini, atau mendesakkan sikap Muhammadiyah,” kata Ketua Umum IMM Najih Prastiyo, melalui siaran persnya, Rabu, 21 November 2018.

Najih menegaskan, bahwa Muhammadiyah sesuai dengan khittah tidak dukung mendukung pasangan calon seperti halnya partai politik. Sepemahaman mereka, di dalam khittah Muhammadiyah, tidak ada anjuran Muhammadiyah harus melakukan penyeragaman pilihan politik dalam perhelatan pilpres.

Sebab, jika sampai fatwa dikeluarkan, dikhawatirkan Muhammadiyah akan terseret ke dalam pusaran politik praktis yang kontraproduktif bagi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah. “Bila dukung-mendukung dilakukan lalu apa bedanya Muhammadiyah dengan tim sukses ataupun parpol pendukung calon presiden?” ujarnya.

Dia menyampaikan, Muhammadiyah adalah rumah bersama bagi seluruh elemen bangsa itu. Oleh karena itu, DPP IMM mendukung sikap Haedar Nashir yang menjaga netralitas Muhammadiyah dan tetap berada di tengah sebagai ummatan wasathon (tengahan) yaitu dengan tidak memberi dukungan kepada salah satu capres.

Baca Juga:   Nasrullah Sebut Ahli dari Kubu Jokowi Kuliti Permohonan Prabowo - Sandi

Siapa pun yang akan terpilih menjadi presiden, kami yakin Muhammadiyah tetap akan menjadi mitra kritis pemerintah,” tuturnya.

Senada, aktivis muda Muhammadiyah, Khoirul Muttaqin, menyesalkan sikap Amien Rais. Dia mengatakan bahwa Muhammadiyah adalah ormas Islam yang secara konsisten tidak melakukan aksi politik praktis dukung-mendukung melainkan menjaga kedekatan yang sama dengan berbagai parpol, calon legislatif dan eksekutif.

“Terkait politik praktis, Muhammadiyah tetap menjaga netralitasnya dan menjadi rumah besar bagi siapapun. Ini sudah final,” kata mantan Ketua DPP IMM tersebut.

Menurutnya, acara Milad Muhammadiyah yang mengambil tema ta’awun untuk negeri, semestinya dimanfaatkan untuk memberi solusi terbaik terhadap berbagai masalah yang kini menimpa negeri ini bukan malah menambah-nambah masalah. Apalagi menjerumuskan persyarikatan masuk ke dalam kubangan politik praktis,” kata dia.

Menurut Khoirul, meski Amien merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah bukan berarti seenaknya memanfaatkan Muhammadiyah untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya, apalagi menggunakan kata-kata yang menyakitkan kader.

“Kata ‘jewer’ yang ditujukan kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah Pak Haedar itu sungguh menyakitkan kami. Kami para aktivis muda Muhammadiyah sepakat untuk menjaga dan membela marwah Muhammadiyah serta pimpinan persyarikatan, apalagi Ketua Umum PP Muhammadiyah,” katanya menegaskan.