Inas Tuding Omongan Prabowo tanpa Data Akurat

Rekanbola – Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyayangkan sikap calon presiden Prabowo Subianto yang kerap menyatakan perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi yang buruk. Pasalnya, pernyataan-pernyataan yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta dari sumber-sumber terpercaya.

“Sebagai calon presiden, Prabowo seharusnya meyakini dan menggunakan data dari sumber-sumber terpercaya, yang akurat dan sahih,” ujar Inas di Jakarta, Kamis (29/11).

Ketua Fraksi Hanura di DPR ini kemudian membeberkan sejumlah indikator yang menunjukkan perekonomian Indonesia di era pemerintahan Joko Widodo lebih baik dari pemerintahan periode sebelumnya. Indikator tersebut berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Antara lain, rasio wirausaha naik menjadi 7 persen di 2018, dari hanya 1,55 persen pada 2014 lalu. Rasio tersebut jauh melampaui standar internasional yang hanya mematok 2 persen.

Data lain, kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) naik menjadi 4,48 persen di 2018, dari sebelumnya hanya 1,71 persen pada 2014 lalu.

“Kemudian index pembangunan manusia (IPM) meningkat menjadi 70,81 persen di 2017. Sebelumnya hanya 68,90 persen pada 2014 lalu,” ucapnya.

Inas lebih lanjut mengatakan, tingkat pengangguran juga turun dari 5,94 persen pada 2014 menjadi 5,13 persen pada Februari 2018.

Demikian juga dengan angka kemiskinan, turun dari 10,96 persen pada 2014 menjadi 9,82 persen pada 2018. Sementara PDB Indonesia menduduki ranking 16 dunia dan terbesar di Asia Tenggara pada 2017. Angkanya naik dari hanya USD 891 miliiar di 2014 menjadi USD 1.016 triliun pada 2017.

“Fakta juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi terus membaik, naik menjadi 5,07 persen. Padahal sebelumnya sejak 2010-2014 hanya berada di angka 5,02 persen,” katanya.

Baca Juga:   Pilpres 2019 Bukan Lagi Soal Hoax dan SARA tapi Politik Uang

Inas menyebut, bergairahnya perekonomian tidak saja terjadi di kota-kota besar, tapi merambah hingga ke desa-desa. Paling tidak saat ini ada sekitar 40 ribu BUMDesa.

“Ini tentu menekan urbanisasi ke kota-kota, terutama DKI Jakarta. Jadi, keberhasilan Jokowi bukan saja di sektor infrastruktur, tapi juga sektor perekonomian rakyat,” pungkas Inas.