India dan Prancis Berminat Kelola Bandara Komodo di Labuan Bajo

Rekanbola.com –  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, selain PT Angkasa Pura I (AP I) ada perusahaan asal India dan Prancis yang minat untuk mengelola Bandara Komodo Labuan Bajo dengan skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

“Banyak sekali kalau di Labuan Bajo, termasuk AP I minat, lalu GVK dari India, dan Vinci Airport dari Prancis,” kata Budi di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Budi menyebutkan, kapasitas Bandara Komodo Labuan Bajo saat ini sebesar 500 ribu penumpang per tahun, namun okupansi atau tingkat keterisian sebesar 200 ribu per tahun. Jika sudah dikembangkan maka kapsitasnya menjadi sekitar 2 juta sampai 3 juta per tahun.

Pengembangan yang nanti dilakukan dengan skema KPBU, mulai dari perpanjang landasan pacu alias runway, perluasan apron, hingga pengembangan terminal.

“Rencana tender mungkin bulan Maret, bandara sudah cukup untuk 737 (boeing), jika sudah tender maka 6 bulan kemudian perencanaan, dan membangun selama 1-2 tahun. Investasinya kira-kira Rp 500 miliar,” ujar Budi Karya.

Meski akan mengembangkan bersama swasta, Budi menegaskan pengelolaan Bandara Komodo Labuan Bajo harus tetap oleh BUMN dalam hal ini AP I.

Agar AP I tetap sebagai operator bandara, maka Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) harus tetap dikuasai BUMN bandara tersebut. Sedangkan pihak swastanya terlibat dalam pengembangan bandara.

Pengembangan Bandara Komodo Labuan Bajo, kata Budi, juga seiring dengan gelaran pertemuan IMF-World Bank pada Oktober tahun ini di Bali. “Kita harus dorong terus biar enggak kehilangan momen, kita buat Bali kedua,” jelas dia.

Baca Juga :

 

Baca Juga:   Petugas deteksi ada pendaki di dekat puncak sebelum Gunung Soputan erupsi

Hasil gambar untuk MInion logo