Ini Keuntungan Jika Merpati Kembali Terbang di 2019

REKANBOLA – PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dinyatakan batal pailit oleh Pengadilan Negeri Surabaya. Dengan demikian, satu langkah menuju rencana Merpati kembali terbang di 2019 telah terlalui.

Perusahaan ini saat ini memiliki kewajiban utang mencapai Rp 10,7 triliun dan terakhir terbang pada Februari 2014. Lalu, apa pentingnya Merpati harus kembali terbang?

Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Henri Sihotang sedikit berbagi cerita mengenai hal ini. Intra Asia Corpora yang menjadi investor Merpati dirasa memiliki rencana besar terhadap perusahaan berlogo pita kuning ini.

Pertama, jika Merpati bangkit, para kreditur kini juga memiliki harapan akan utangnya dilunasi. Kementerian Keuangan salah satunya, saat ini menjadi kreditur dengan total piutang sekitar Rp 2,6 triliun ke Merpati.

“Kalau perusahaan ini pailit, kreditur itu tidak dapat apa-apa. Tapi dengan masuknya investor mereka jadi punya harapan,” kata Henri seperti ditulis, Sabtu (16/11).

Manfaat ke dua, jika Merpati bangkit, maka akan mengundang aliran dana masuk ke Indonesia dalam jumlah besar dari luar negeri. Dalam rencana bisnisnya, Intra Asia Corpora akan menyuntikkan modal awal Rp 6,4 triliun. Namun kemungkinan ke depannya akan lebih dari angka tersebut.

Untuk manfaat ke tiga, bangkitnya Merpati jelas akan menciptakan lapangan kerja baru di dunia penerbangan. Mulai dati pilot, pramugari, petugas ground handling, catering dan lain sebagainya.

“Satu hal yang perlu diingat, kalau investor ini tidak jadi masuk kita tidak ada ruginya, karena mereka siap resiko. Tapi kalau ini hidup lagi, luar biasa manfaat ekonominya,” tandasnya.

 

Baca Juga:   Menko Darmin Imbau Masyarakat Investasi Saham Ketimbang Tanah