Ini Strategi BEI Redam Gejolak Akibat Arus Dana Keluar Indonesia

REKANBOLA – Pasar saham domestik masih rentan terhadap risiko arus keluar modal (capital outflow). Hal ini imbas dari ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa inisiatif baru pendalaman pasar dan perluasan basis investor yang akan diterapkan mulai tahun depan. Diharapkan inisiatif-inisiatif tersebut dapat mengurangi risiko arus keluar modal sehingga pasar saham dalam negeri akan tetap stabil.

Inisiatif yang akan dilakukan oleh bursa misalnya melalui aturan mengenai pendaftaran elektronik (e-registration), yang tujuannya adalah untuk mendukung keefektifan dan efisiensi dalam transaksi. Selain itu, bursa akan menerapkan mekanisme bookbuilding elektronik dalam penawaran umum perdana tahun depan.

Dengan sistem ini diyakini bahwa itu akan menjadi kekuatan pendorong bagi investor ritel untuk memiliki bagian yang lebih besar dalam penawaran umum. “Sehingga kalau ada penurunan indeks akan didukung produk yang lebih variatif,” kata dia saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, ditulis Senin (19/11).

Dalam kesempatan serupa, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hoesen mengatakan, memperdalam pasar keuangan dengan memperluas basis investor, meningkatkan jumlah perusahaan yang terdaftar di negara ini adalah kunci untuk mengatasi gejolak.

Dia memisalkan kondisi pasar keuangan Indonesia seperti kolam dangkal. Sehingga ketika ada tekanan dari luar, membuat kolam lebih rentan terhadap shock (guncangan). “Pasar kita dianggap tidak dalam, komentar dari pihak manapun tentang Indonesia memiliki potensi yang bagus, bonus demografi, tetapi pasarnya masih dangkal,” kata Hoesen.

Tidak dapat dipungkiri, saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada investor asing, hal ini dapat dilihat dari arus transaksi modal dalam investasi portofolio SBN. Tercatat, saat ini porsi investor asing mencapai 37,12 persen dari total outstanding SBN.

Baca Juga:   Masyarakat Diminta Waspada Beli Produk Diskon Akhir Tahun