Ini Yang Anda Dapatkan Ketika Kehilangan Fokus, Ungkap Novak Djokovic

Rekanbola – Novak Djokovic hanya satu langkah lebih dekat dengan kemenangan di semifinal Qatar Open, Doha ketika unggul dengan 6-4, 4-3 melawan Roberto Bautista Agut.

Akan tetapi, Bautista Agut menyusun kembali kekuatannya dan bangkit untuk menumbangkan petenis unggulan pertama, Djokovic dengan 3-6, 7-6, 6-4.

Tidak ada seorang pun yang ingin kalah, terutama ketika kemenangan sudah berada di depan mata. Tetapi Djokovic memberikan apresiasinya kepada Bautista Agut yang akan menantang Tomas Berdych di partai final.

“Saya ingin memberinya selamat, terutama di set ketiga ketika ia bermain dengan baik. Saya pikir ia memukul bolanya dengan sangat rapi dan tidak melakukan banyak kesalahan,” ungkap Djokovic.

“Saya kalah di pertandingan itu. Itu yang terjadi. Ia berhasil membalikkan keadaan, pastinya di set kedua. Saya pikir saya cukup baik dalam mengontrol pertandingan.”

“Ia memainkan permainan yang apik. Saya melewatkan beberapa bola yang mudah dan itu yang anda dapatkan ketika anda kehilangan daya fokus anda di momen-momen krusial. Dan itu yang terjadi.”

Kekalahan adalah kekalahan, tetapi masih ada hal positif yang bisa Djokovic ambil setelah penampilannya di Doha. Ia menghabiskan waktu 11 jam 4 menit di atas lapangan pada turnamen pertamanya di musim 2019, termasuk melakoni semifinal di nomor ganda dengan saudaranya, Marko Djokovic.

“Hal itu yang saya cari dari turnamen ini, melakoni pertandingan sebanyak mungkin dan bersiap jelang Australian Open. Jadi, saya sangat senang,” tambah Djokovic.

“Tentunya saya tidak senang kalah di pertandingan semifinal, tetapi saya kalah dari petenis yang bermain dengan lebih baik dan saya harus membuka lembaran baru.”

Baca Juga:   Jennifer Brady Hancurkan Mimpi Jelena Ostapenko Di Dubai

Petenis peringkat 1 dunia, Djokovic mungkin kecewa tidak bisa melenggang ke final, tetapi kekalahan tersebut tidak akan mengubah pola pikirnya untuk melangkah maju. Turnamen selanjutnya bagi Djokovic adalah Australian Open, yang telah ia menangkan sebanyak enam kali.

Dan tidak ada seorang pun yang akan terkejut bahwa tujuan Djokovic d iMelbourne masih sama.

“Sebuah trofi,” timpal Djokovic.