Ini yang dibutuhkan warga Palu dan Donggala usai diterjang tsunami

Rekanbola – Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masyarakat di Palu dan Donggala, Sulawesi Tenggara, saat ini sangat memerlukan kebutuhan bahan pokok. Bahan pokoknya yang diperlukan seperti makanan dan minuman siap saji.

“Makanan siap saji, makanan untuk bayi dan anak,” kata Sutopo di kantor BNPB,Jakarta Timur, Sabtu (29/9).

Masyarakat Palu dan Donggala juga saat ini masih membutuhkan penerangan. Karena, kedua wilayah tersebut masih padam listriknya dan hanya beberapa tempat saja yang masih menyala usai diguncang gempa dan diterjang tsunami.

Oleh karena itu, pihak BNPB saat ini sedang mencoba melakukan perbaikan terhadap beberapa gardu PLN yang masih belum bisa menyala atau aktif. Dari 7 gardu PLN hanya baru 2 saja yang aktif.

“Perbaikan listrik dan perbaikan jalur komunikasi,” ujarnya.

Selain itu, Sutupo juga mengungkapkan, masyarakat di Palu dan Donggala juga membutuhkan bantuan seperti tenda, terpal, selimut, veltbed, tenaga medis, obat-obatan dan juga air bersih.

“Sampai sekarang petugas masih terus melakukan evakuasi dan pencarian terhadap korban-korban gempa dan tsunami,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Gempa mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa itu berkekuatan 7,4 skala richter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho membeberkan data sementara warga yang menjadi korban. Saat ini akses komunikasi masih terputus.

“Data sementara 48 orang meninggal dunia, 356 orang luka dan ribuan rumah rusak” kata Sutopo di kantornya, Sabtu (29/9).

Korban meninggal dunia tersebar di RS Woodwarno Palu: 2 meninggal dunia, 28 terluka. di RS Budi Agung Palu 10 meninggal dunia, 114 terluka. Di Rumah Sakit Samaritan Palu 6 meninggal dunia, 54 terluka. Di RS Undata Palu 30 meninggal dunia dan 160 luka.

Baca Juga:   BMKG: Gempa di Monokwari Tidak Berpotensi Tsunami