Inspiratif! Bocah Ini Jadi Model Meski Tak Punya Kaki

Rekanbola – Jangankan anak-anak, orang dewasa yang memiliki kekurangan pun bisa jadi rendah kepercayaan dirinya dan merasa nggak mampu untuk melakukan semua hal. Apalagi saat kehilangan salah satu organ vitalnya yaitu kaki. Tapi hal itu tidak berlaku untuk gadis berusia 7 tahun ini. Ya, dengan kondisi nggak punya kaki dia bisa jadi model. Wow!

Daisy-May Demetre, gadis cilik yang kedua kakinya diamputasi ini tidak membiarkan kekurangannya jadi penghalang untuk mengejar semua mimpinya. Daisy-May lahir dengan kondisi yang disebut fibular hemimelia, cacat lahir di mana sebagian atau seluruh tulang fibula di kaki hilang. Dalam kasusnya, dia memiliki tulang fibula kecil di satu kaki dan di sisi lain, bahkan fibula itu benar-benar hilang. Tanpa fibula yang berkembang sepenuhnya, kaki Daisy juga tidak tumbuh dengan baik.

“Kakinya tidak akan pernah terbentuk dengan benar, yang satu terlalu lemah dan yang satu tidak bisa digunakan,” kata ayah Daisy, Alex.

Dengan banyak pertimbangan, Alex dan sang istri memutuskan pilihan terbaik yaitu kedua kaki Daisy diamputasi. Hiks, kasihan ya, Bun. Menurut sang ayah, putri kecilnya bisa saja hidup dengan kakinya tapi jika boleh jujur Alex dan Claire lebih tidak sanggup melihat Daisy yang tidak mampu melakukan apapun dengan kakinya.

Keluarga harus menunggu 18 bulan untuk bisa mengoperasi Daisy. Sayangnya Daisy memiliki masalah dengan perawatan dan pemulihan setelah operasi.

“Sejujurnya saya tidak suka membayangkan atau memikirkannya. Rasa sakitnya seperti terasa jelas di bayangan saya,” ungkap Claire.

Setelah operasi, Daisy memakai kaki prostetik. Dia segera belajar untuk tidak hanya berjalan tetapi berlari, melompat dan melakukan semua hal yang dilakukan anak-anak seusianya. Daisy tinggal bersama ibu, ayah dan tiga saudara kandungnya dan semangat juang Daisy bisa jadi sumber inspirasi buat seluruh anggota keluarganya.

Baca Juga:   Manisnya Cara Keanu Reeves Kasih Tanda Tangan ke Fans

Jika dilihat ke belakang, momen itu dirasa berat oleh kedua orang tua Daisy, Bun. Tapi sekarang, semua hal membaik dan tinggal bagaimana kita menjalani hal tersebut dengan baik. Bahkan bayangan buruk di masa lalu sudah tak lagi terasa bagi Alex dan Claire.

“Daisy punya dua set prosthetics. Ia punya air mata tapi juga mata pisau dan dengan hal itu ia bisa lakukan apa saja yang ingin melakukan dan ‘menutup’ mulut mereka yang melihat rendah dirinya,” tutur Alex.

Daisy menambahkan, ia ingin melakukan apa yang bisa dilakukannya untuk terus maju entah itu harus dengan berjalan atau berlari. Meskipun terlihat berbeda dari teman-temannya, Daisy tidak membiarkan percaya dirinya runtuh dan dia terus maju dengan kakinya yang unik.

“Saya selalu memintanya jujur untuk jadi berbeda dan jadi berbeda itu bagus. Dia inspiratif, penuh energi dan tidak ada yang bisa menghentikan hidupnya,” tambah Alex.

Untuk menunjukkan semua hal menakjubkan yang mampu dilakukan Daisy-May, Alex membuat akun Instagram untuk gadis ciliknya. Orang tua Daisy pun mendaftarkan Daisy ke major label Zeebedee Management, agensi untuk beragam model, dan ia diterima. Sejak itu, Daisy-May berlenggang di panggung catwalk di LKFW- London Kids ‘Fashion Week, fashion ekstravaganza untuk balita, anak-anak, dan remaja.

‘Untuk menjadi diri sendiri di dunia yang secara konstan mengubah diri kita menjadi orang lain, adalah suatu pencapaian terbesar’, tulis kedua orang tua Daisy dalam Instagramnya.

Ketika sedang tidak berlenggang atau berpose di depan kamera, Daisy biasanya main di taman atau nge-gym. Salut deh buat Daisy. Sukses selalu ya, Nak.

Ada berbagai hal yang bisa meruntuhkan rasa percaya diri anak. Salah satunya adalah jika merasa dirinya kelihatan banget berbeda dari teman-temannya. Misalnya nih ketika anak terlalu tinggi atau justru terlalu pendek dibanding teman-temannya.

Baca Juga:   OPPO: Tak ada keraguan menjual Find X

Kata Miriam Kaufman, Associate Professor of Pediatric, Fakultas Kedokteran, Universitas Toront, Kanada, anak akan menghadapi kesulitan bila merasa tidak sama dengan teman-temannya, Bun. Tingkat pertumbuhan fisik yang berbeda ini membuat anak malu, takut, dan kikuk. Anak jadi bingung dan nggak percaya diri dengan pertumbuhan fisiknya.

Dikatakan psikolog anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, pada anak normal atau dengan keterbatasan, orang tua bisa membangun kepercayaan diri anak dengan mengedepankan sisi positif anak. Hal-hal sepele seperti bisa minum sendiri bahkan hanya berani berdiri di depan umum, sudah bisa jadi sumber kepercayaan diri bagi anak.

“Saat anak melakukan hal itu, katakan bahwa dia hebat, beri dia apresiasi. Kunci agar anak tidak minder saat bergaul adalah orang tua selalu memberi tahu ke anak bagaimanapun kondisi dia, di luar sana anak tetap hebat. Gali potensi yang ada pada diri anak sehingga bisa membuktikan bahwa dia pun bisa berprestasi dan tampil di masyarakat,” tutur Saskhya.

Saskhya menyarankan agar orang tua mengatakan memang si anak memiliki kondisi yang berbeda dengan teman lainnya. Cukup katakan seperti itu pada anak dan tak perlu dibahas lebih panjang lagi. Setelah itu, jika anak masih sedih, ajak ia ngobrol dan tanyakan apa yang membuat anak sedih.

(Kredit : www.detik.com)