Israel Kembali Bunuh 2 Palestina dan Lukai 270 Orang

Rekanbola – Pasukan Israel membunuh dua orang Palestina dan melukai puluhan lagi dalam unjuk rasa mingguan di perbatasan Jalur Gaza, Jumat, kata petugas kesehatan, sementara penengah asal Mesir mencoba mencapai kesepakatan gencatan senjata untuk menenangkan wilayah itu.

Setelah lebih dari empat bulan gelombang bentrokan, Israel pada pekan ini meredakan tekanan di perbatasan Jalur Gaza dan perairan nelayan.

Baca JugaGizi Buruk Mengganas di Penampungan Nigeria, Satu Dari 200 Balita Meninggal

Kairo menyatakan sedang menyelesaikan perincian kesepakatan jangka panjang Israel dengan kelompok HAMAS.

Sekitar 20.000 orang ambil bagian dalam unjuk rasa pada Jumat di beberapa ratus meter dari pagar perbatasan, dengan puluhan orang mendekat dengan beberapa ban terbakar, kata saksi, sebagaimana diberitakan Reuters.

Dokter menyatakan tembakan Israel menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 270 warga Palestina lagi, 50 dari mereka tertembak peluru tajam.

Wanita juru bicara tentara Israel menyatakan pasukan menjawab dengan “sarana peredam kerusuhan” untuk mencegah pelanggaran perbatasan.

Kematian pada Jumat itu membuat jumlah warga Palestina terbunuh pasukan Israel menjadi 170 orang sejak unjuk rasa mingguan dimulai pada 30 Maret.

Gerakan itu mendesakkan hak atas tanah orang Palestina, yang dirampas Israel dalam perang pada 1948, dan untuk mengakhiri pengucilan Israel-Mesir atas Gaza.

Kemarahan di Gaza juga dipicu pemotongan dana pemerintahan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang didukung Barat dan menguasai Tepi Barat serta pesaing Hamas, yang mengelola Gaza. Upaya mereka menyetujui kesepakatan pembagian kekuasaan dengan penengah Mesir belum membuahkan hasil.

Secara terpisah, polisi Israel menyatakan diserang pada Jumat seorang pria dengan pisau setelah muncul dari gugus masjid Al Aqsa, tempat ketiga tersuci umat Islam, di Yerusalem dan menembaknya.

Baca Juga:   Ortu Minta Pelaku Bully Bocah SD Bandung Dikeluarkan

Pernyataan polisi itu tidak menyebutkan keadaan pria tersebut, namun menggambarkannya sebagai penduduk kota Arab Israel tempat dukungan terhadap Palestina kuat.