Izin tak kunjung didapat, ratusan penambang pasir Sungai Progo demo

Rekanbola – Ratusan penambang pasir manual di Sungai Progo menggelar demontrasi di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), Jalan Laksda Adisutjipto, Sleman, Senin (10/9). Mereka yang tergabung dalam Kelompok Penambang Progo (KPP) ini menuntut, agar BBWSO segera mengeluarkan rekomendasi untuk penambang rakyat beraktivitas di Sungai Progo.

Dalam aksinya, KPP mengelar orasi di kantor BBSWO. Mereka menuding jika BBSWO tak berpihak pada penambangan rakyat. Setelahnya kemudian perwakilan KPP pun beraudiensi dengan pihak BBSWO.

Ketua KPP, Yunianto mengatakan pihaknya memertanyakan alasan BBWSO yang tak kunjung mengeluarkan rekomendasi teknis untuk penambangan rakyat. Yunianto menyampaikan, pengajuan izin pertambangan rakyat (IPR) sudah dilakukan sejak Sungai Progo ditetapkan sebagai wilayah pertambangan rakyat (WPR) pada Oktober 2017.

“KPP saat ini beranggotakan 98 kelompok. Kedatangan kami ini untuk mempertanyakan, kenapa BBWSO belum juga menerbitkan rekomendasi teknis terhadap 48 permohonan izin yang sudah diajukan KPP sejak Januari 2018 yang lalu,” ujar Yunianto.

Yunianto menuding jika BBSWO justru melakukan pembiaran pada 16 perusahaan penambang pasir yang justru memakai alat berat dan pompa berdaya lebih dari 25 PK. Padahal itu melanggar ketentuan yang ada di PP 23/2010.

“Kami beraktivitas (menambang pasir) sesuai dengan UU Minerba dan PP 23/2010. Yakni menambang manual dan jika memakai alat pompa mekanik, daya isapnya tidak lebih dari 25 PK. Kita sudah mengajukan IPR. Kita sudah ke kantor perizinan provinsi, ESDM, kini tinggal menunggu rekomendasi BBWSO yang malah membiarkan perusahaan besar menambang dengan alat berat,” tegas Yunianto.

Sementara itu, Kasi Pelaksanaan Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWSO, M Rusdiyansyah menyebutkan belum mengeluarkan rekomendasi teknis karena syarat administrasi dari penambang belum lengkap. Ada beberapa dokumen, kata Rusdiyansyah, yang belum lengkap.

Baca Juga:   'Spider-Man' Bakar Naskah 'Avengers: Infinity War'

“Ada dokumen UKL/UPL, foto kopi kartu identitas, dan beberapa syarat lain yang belum. Penambang manual ini rata-rata di atas 2.000 meter persegi, kita bisa rekomendasikan jika syaratnya sudah lengkap. Ini yang mengganjal dan memakan cukup waktu UKL/UPLnya,” tutup Rusdiyansah.