Jadi Cawapres, Ma’ruf Sebut Sedang Hijrah dari Kultural ke Struktural

Rekanbola – Bakal calon wakil presiden Ma’ruf Amin mengatakan, saat ini dirinya sedang melakukan hijrah dari kegiatan bersifat kultural menuju kegiatan yang bersifat struktural dalam tahapan Pemilu 2019. Di mana dirinya telah lama meninggalkan dunia politik praktis dan menjadi pengurus PBNU ternyata dipilih Jokowi sebagai wakilnya.

“Saya sendiri hijrah dari kegiatan bersifat kultural, dengan dipilih menjadi cawapres, berarti sedang hijrah dari kultural menuju struktural,” ujar Ma’ruf saat berbicara pada peringatan Tahun Baru Islam 1440 H, yang digelar PKP Indonesia di Jakarta, Selasa 18 September 2018.

Selain itu, Ketua MUI ini mengaku dirinya masih lebih prima dibanding Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad, karena usianya lebih muda. Atas dasar itu Ma’ruf menyatakan siap mendampingi Jokowi untuk memberi jalan pada generasi yang lebih muda ke depan.

“Saya membantu pak Jokowi menyiapkan sesuatu untuk orang muda. Sesuatu yang baru dengan semangat hijrah, untuk anak Milenial,” ujarnya menjelaskan.

Atas dasar itu pula dirinya bersedia mendampingi Jokowi untuk Indonesia tinggal landas pada 2024. “Saya ingin bantu Pak Jokowi membangun Indonesia lebih baik dan sejahtera. Menyiapkan landasan, supaya nanti di 2024 bisa tinggal landas menuju Indonesia lebih sejahtera,” ujarnya.

Rois Am PBNU ini mengungkapkan, salah satu visi besar yang sedang disiapkan dirinya dan Jokowi adalah membawa perekonomian nasional berlandaskan Pancasila, terutama sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Arus baru ekonomi Indonesia. Menghilangkan disparitas antara yang miskin dengan yang kaya, satu daerah dengan daerah lain, serta ekonomi lokal dan global. Beberapa yang telah dilakukan oleh pak Jokowi dengan upaya kebijakan satu harga BBM di Papua,” katanya.

Baca Juga:   Golkar: Penunjukkan Erick Thohir untuk Garap Kaum Milenial