Jadikan Sigapiton Sebagai Desa Percontohan, BI Sumbang 2,5 Ton Bawang Brebes dan Alat Pertanian

Rekanbola – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara, membidik beberapa titik sektor ekonomi rakyat untuk menunjang taraf perekonomian warga dan pariwisata di kawasan Danau Toba.

Hal itu dilakukan untuk menarik minat, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.

Teranyar, BI menyasar Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Di sana BI mencoba menata perkampungan untuk menjadi salah satu desa percontohan, khususnya dibidang pertanian dan pariwisata, Jum’at (16/11/2018) sore.

Untuk melakukan itu, BI tidak sendirian. Selain menggandeng masyarakat, BI juga berkolaborasi dengan berbagai pihak demi memajukan masyarakat di sana.

Kerjasama BI mendapat respon positif dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersamaan dengan hadirnya Sekda Dr Ir Hj R Sabrina, Kepala Departemen Regional 1 BI Suhaedi, Wakil Bupati Toba Samosir Hulman Sitorus, Rektor Institut Teknologi Del Prof Togar Simatupang PhD, Kepala Regional V Otoritas Jasa Keuangan Lukdir Gultom, Kapolres Toba Samosir, Dandim Tapanuli Utara dan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Utara serta Kabupaten Toba Samosir.

Selain itu, juga hadir Direktur Utama Badan Pengelola Otoritas Danau (BPOD), Arie Prasetyo, Pimpinan Departemen Kantor Pusat Bank Indonesia, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar dan Sibolga, Mahendra Tiapta Sitepu, Direktur PT Hagatekno, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan atau yang mewakili, Direksi dan Pemimipin Perbankan di Sumatera Utara, Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia Wilayah Sumut, Executive General Manager Angkasa Pura II, jajaran pimpinan perhotelan di kawasan Danau Toba, perwakilan pelaku usaha di Kawasan Pariwisata Danau Toba, serta kepala desa dan masyarakat Desa Sigapiton.

Penandatanganan MoU BI dengan Pemerintah Kabupaten Tobasa. (Rekanbola)

Penandatanganan MoU BI dengan Pemerintah Kabupaten Tobasa. (Rekanbola)

Mereka seluruhnya diundang pada saat penandatanganan MoU atau kesepakatan bersama dalam memajukan dan mendukung prasarana dan petani di kawasan wisata Danau Toba, sekaligus menjadikan Desa Sigapiton di Kabupaten Toba Samosir sebagai salah satu desa percontohan khusus di bidang pertanian.

Dalam sambutannya, Pjs Kepala Perwakilan BI Provsu, Hilman Tisnawan memaparkan, bahwa pariwisata menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru setidaknya karena tiga hal;

Pertama kita tidak bisa lagi bergantung pada ekspor komoditas, terutama yang memberikan nilai tambah yang rendah, di tengah perbaikan ekonomi global yang masih lambat.

Kedua, sektor pariwisata memiliki keterkaitan antar sektor yang kuat sehingga pengembangan sektor ini memberikan dampak besar dan cepat, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja.

Ketiga, tren masyarakat yang saat ini memilih berwisata dan berbelanja, karena didukung oleh penetrasi teknologi yang cepat serta masuknya era sharing economy dimana akses informasi dan transaksi begitu cepat dan mudah.

Baca Juga:   Ahok Cabut Banding, Netizen Desak #AnterinAhokkeCipinang

Di sisi lain, komposisi penduduk usia muda yang mendominasi struktur generasi Indonesia serta pendapatan yang semakin meningkat juga berpeluang mendorong industri pariwisata untuk terus bertumbuh.

“Secara sederhana, apabila devisa meningkat maka stabilitas nilai tukar dapat terjaga sehingga pada gilirannya memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi ke depan,” sebut Hilman Tisnawan.

Untuk itu, sambungnya, Bank Indonesia merasa terpanggil berkontribusi nyata mendukung sektor pariwisata ke depan, melalui penguatan 3A (Aksesibilitas, Atraksi dan Amenitas) dan 2 P (Promosi dan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha).

Pada tahun 2017, jumlah kunjungan wisman ke Sumatera Utara mencapai 261 ribu orang, meningkat 11,8% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Data di tingkat ritel juga menguatkan adanya peningkatan aktivitas wisatawan di Sumatera Utara, tercermin dari kenaikan transaksi penjualan rupiah oleh Money Changer Berizin di Sumatera Utara dari Rp1,1M pada tahun 2016 menjadi Rp1,3M tahun 2017, meningkat 17% (yoy).

Dilihat dari durasi tinggal dan nilai belanja wisman, realisasi Sumatera Utara masih dibawah nasional, yaitu 6,01 hari sementara angka nasional mencapai 8,53 hari. Hal ini mengindikasikan perlunya upaya agar wisatawan menjadi lebih betah tinggal di Sumatera Utara.

Dari kinerja sektoral, perkembangan sektor pariwisata di Sumatera Utara, yang tercermin dari kinerja subsektor akomodasi dan mamin serta subsektor transportasi dan pergudangan, juga menunjukkan pertumbuhan yang tinggi, yaitu diatas 8%, melebihi kinerja sektor utama (pertanian, perdagangan, industri pengolahan) yang berada di kisaran 5%.

Sejalan dengan hal tersebut, nilai tambah yang dihasilkan oleh kedua subsektor tersebut pun semakin besar yaitu mencapai Rp33,5T atau 7,5% terhadap total PDRB Sumatera Utara pada 2013 kemudian meningkat menjadi Rp50,6T atau memiliki pangsa 10,4% pada tahun 2017.

“Meski memiliki potensi yang tinggi, pengembangan Destinasi Pariwisata Danau Toba masih menghadapi berbagai hambatan. Secara garis besar, kondisi akses, atraksi, dan amenitas KSPN Danau Toba masih perlu dioptimalkan,” kata Hilman Tisnawan.

Dari sisi SDM, Hilman mengaku bahwa kita masih dihadapkan dengan permasalahan melek pariwisata. Trip Advisor juga mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki mulai dari pengelolaan lingkungan pariwisata yang belum dilakukan dengan pelayanan standar, masalah kebersihan yang menjadi perhatian wisatawan, hingga ketersediaan fasilitas umum dan jasa pendukung di area wisata yang dinilai belum memadai.

Sebagai bentuk komitmennya dan penunjang instansi dan pemerintah, BI seperti; diskusi lintas pemangku kepentingan yang telah dilaksanakan sejak Juli – September 2018. Dimulai dari stakeholders di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi Sumatera Utara, BPODT hingga Gubernur Sumatera Utara.

“Saat ini kami juga sedang mengembangkan berbagai spot atraksi di kawasan Danau Toba, diantaranya adalah Desa Sigapiton yang dikembangkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Desa Muara Sibandang yang dikembangkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga,” ujarnya.

Baca Juga:   MSF Temukan Tanda-tanda Gas Saraf dalam Serangan di Suriah

Pengembangan spot atraksi dimaksud akan dititikberatkan pada kekuatan lokal setempat serta melibatkan partisipasi aktif warga, seperti Desa Sigapiton dengan basis pertanian dan Desa Muara dengan basis kerajinan ulosnya.

“Ke depan, kami juga berkomitmen menambah pengembangan spot atraksi lainnya di Kabupaten Samosir,” janjinya.

Dalam rangka penguatan promosi, BI juga bekerjasama dengan PT Hagatekno Mediata Indonesia untuk melaksanakan pelatihan kepada pelaku industri pariwisata khususnya pelaku usaha, blogger, vlogger/influencer serta seluruh pihak terkait agar dapat menciptakan konten kreatif melalui platform digital Toba Smile.

“Pelatihan akan diberikan kepada 400 orang peserta dan dilaksanakan dalam 3 seri yaitu seri yaitu Seri Tuktuk-Samosir, Seri Balige, dan Seri Kota Medan,” paparnya.

Launching Kode Smile. (Rekanbola)

Di samping itu, untuk memperkuat layanan sistem pembayaran, Bank Indonesia bekerjasama dengan 4 bank, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI dan BCA berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan sistem pembayaran digital di kawasan destinasi pariwisata Toba.

Pada kesempatan ini, sebagai wujud komitmen dimaksud, 4 bank akan memberikan fasilitas EDC kepada 20 merchant di area wisata Danau Toba.

Dalam rangka mendukung clean money policy dan peningkatan edukasi masyarakat, BI telah memfasilitasi kegiatan kas keliling pada acara MoU kesepakatan di Desa Sigapiton yang disertai dengan kegiatan edukasi ciri-ciri keaslian uang rupiah.

“Terlepas dari apa yang Bank Indonesia lakukan, tentu masih banyak tantangan yang perlu kita benahi agar Danau Toba menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia. Untuk itu, kami berharap sinergitas antar lembaga, instansi pemerintah, institusi perbankan serta Badan Otoritas Danau Toba dapat terus diperkuat,” lanjutnya.

Selain penandatanganan MoU, dilaksanakan juga penanaman bersama demplot bawang merah. Luas lahan yang ditanami bawang totalnya 2,5 Ha terdiri dari 1 Ha untuk demplot percontohan. 1,5 Ha lagi lahan masyarakat.

Program demplot ini bekerjasama dengan 2 Gapoktan di Sigapiton yaitu Kelompok Tani Golat Sungsang yang di Ketuai Ojak Sirait, dengan jumlah anggota 60 orang dan Kelompok Tani Golat Butar, pimpinan Hasian Simaremare, dengan jumlah anggota 62 orang.

Kepada para petani, BI memberikan bantuan bibit bawang brebes sebanyak 2,5 ton yang terdiri dari 3 varietas: bauji, tajuk dan super philip. Selain itu kepada masing-masing kelompok tani juga diberikan bantuan berupa 1 buah motor roda 3 VIAR dan 1 buah hand traktor.

Pemprovsu Dukung dan Apresiasi BI

Baca Juga:   Mengintip yang Diinginkan Pria dari Hubungan Seksual

Dukungan pemerintah Sumatera Utara dalam memajukan kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata di Sumatera Utara bukan sekedar hanya kata.

Bentuk nyatanya yang disampaikan Sekda Pempovsu, Hj R Sabrina yaitu, selama 5 tahun terakhir kita dapat melihat pembangunan infrastruktur, sarana prasarana serta fasilitas untuk mendukung pariwisata yang sangat agresif. Dimulai dari pembangunan Bandara Silangit, jalan tol Kualanamu Medan-Tebing Tinggi, jalan lingkar luar dan lingkar dalam Danau Toba, jalan lingkar Pulau Samosir.

Dilakukan juga revitalisasi pelabuhan penyebrangan utama, serta pembangunan sarana umum di titik-titik wisata, menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun sektor pariwisata serta menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor utama.

“Dari keseluruhannya kami berharap permasalahan akses dan konektivitas dapat diatasi sehingga masalah waktu tempuh tidak lagi muncul sebagai alasan utama wisatawan untuk berkunjung ke Danau Toba,” tukasnya.

Di sisi lain, dengan perkembangan pariwisata yang agresif, Aabrina berharap masyarakat juga agresif menangkap peluang yang ada. Sebab, semakin banyak wisatawan yang berkunjung maka dibutuhkan fasilitas pendukung seperti rumah makan halal, toilet yang bersih, toko souvenir, kafe-kafe yang unik, dan kedai kopi yang kekinian.

“Kami berharap akses yang mudah, kondisi amenitas yang semakin baik, serta didukung dengan berbagai spot atraksi yang mulai tumbuh, maka jumlah wisatawan juga semakin bertambah,” harapnya.

Oleh karena itu, Sabrina mewakili pemerintah Sumatera Utara mengatakan sangat mendukung atas inisiatif yang dilakukan oleh Bank Indonesia khususnya melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut untuk mengembangkan perekonomian masyarakat Desa Sigapiton.

Apresiasi juga disampaikan ke Bank Indonesia yang telah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai instansi terkait khususnya BPODT untuk mengembangkan spot atraksi menarik sebagai bagian dari daya tarik Danau Toba.

Dengan tangan terbuka, Pemprovsu menyambut kerjasama ini dan meminta seluruh dinas terkait baik di level provinsi dan kab/kota untuk secara aktif mendukung apa yang telah dan akan dilakukan oleh Bank Indonesia.

“Saya pribadi mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia di TPID, sehingga bisa menjadi TPID terbaik selama beberapa kali untuk wilayah Sumatera Utara, disamping dalam pengembangan klaster. Apresiasi juga terkait kegiatan di sistem pembayaran khususnya menyediakan uang yang layak edar di Sumut,” akunya.

Selain kepada BI Provsu, Sabrina juga mengucapkan terimakasih kepada Badan Pelaksana Otorita Danau Toba serta Pemerintah Kabupaten Tobasa selaku penyelenggara kegiatan tersebut dan berharap seluruh pihak dapat bersinergi untuk mengembangkan Danau Toba sehingga dampaknya dapat dirasakan terhadap perekonomian Sumatera Utara.