Jelang Pemilu 2019, Polda Bali ajak partai gelar deklarasi damai

Rekanbola – Mendekati Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Polda Bali menggelar deklarasi damai dengan mengusung tema ‘Dalam Rangka Pileg dan Pilpres Tahun 2019, yang aman, damai dan sejuk’. Acara digelar di Monumen Bajra Sandhi adalah Denpasar, Bali, Kamis (20/9) sore.

Acara deklarasi itu dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bal Bali,Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Selain itu, ada ketua DPD dan ratusan simpatisan dari 16 partai yang telah lolos mengikuti Pileg dan Pilpres tahun 2019 mendatang. Selain itu, juga hadir Ketua KPU dan Bawaslu Bali serta pimpinan stakeholder lainnya.

Di acara itu sekaligus dilakukan deklarasi damai. Selanjutnya acara tersebut diisi dengan menari bersama.

Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, berharap dengan adanya deklarasi Pemilu 2019 mendatang bisa berjalan damai.

“Semoga dengan situasi yang aman, damai dan penuh kesejukan yang kita dapatkan pada pemilihan gubernur, bisa kita ciptakan dan bisa kita selenggarakan dengan baik dengan bekerjasama dengan Bawaslu dan KPU untuk menyongsong Bali yang lebih baik dan damai yang sudah kita cita-citakan dan juga program dari Bapak Gubernur,” ucapnya.

Dia mengaku senang semua orang berbaur tanpa merasa ada perbedaan saat deklarasi dilakukan.

“Dengan berbaurnya berbeda-beda warna tetapi tujuannya sama membacakan deklarasi dengan baik. Kemudian terjun menari bersama dan ini mudah-mudahan pada waktu pelaksanaan tidak ada konflik, tidak ada gesekan,” imbuhnya.

“Untuk kesiapan kita sudah lakukan Operasi Mantap Brata secara serentak bukan hanya di Bali tapi di seluruh Indonesia,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi kegiatan deklarasi damai ini.

Baca Juga:   Hadiri Pembekalan Caleg PAN, Ribuan Kader Teriakan Prabowo Presiden

“Saya kira ini menjadi harapan kita semua, harapan semua bangsa Indonesia dan masyarakat Bali. Karena Bali ini adalah suatu pulau yang menjadi destinasi wisata dunia dan dalam rangka bulan Oktober ini akan ada peristiwa penting (IMF-World Bank,” ujarnya.

“Saya kira ini menjadi kewajiban kita semua. Tidak saja menjadi kewajiban aparat keamanan untuk menjunjung tinggi penegakan hukum dan melaksanakan semua aktivitas, dengan sadar atas peraturan dan undangan-undang yang berlaku serta menjunjung tinggi nilai kesantunan di tengah-tengah masyarakat kita,” tutup Koster.