Rekanbola – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan pengundian nomor urut bagi calon presiden dan wakil presiden, Jumat, 21 September malam ini.

Pantauan rekanbola di kantor KPU, pengamanan sudah mulai diperketat. Para personel kepolisian sudah ditempatkan di setiap titik di kantor KPU. Anggota Polri mulai dari Sabhara hingga polisi bersenjata lengkap terlihat berjaga di gedung KPU.

Untuk arus lintas di sekitar gedung KPU, tampak sudah mulai terlihat kepadatan akibat banyaknya kendaraan taktis parkir di pinggir jalan, di sekitar gedung KPU.

Memasuki area KPU, ada beberapa lapis pihak keamanan. Dari pengamanan internal KPU, Polri hingga Paspampres. Tamu yang masuk, termasuk awak media yang ingin masuk ke area KPU diperiksa terlebih dahulu.

Di lapangan depan gedung KPU, tampak tenda yang berisi kursi dan dua layar besar. Nantinya, area ini untuk para pendukung setiap pasangan calon.

Para pendukung dapat melihat proses pengambilan nomor urut dan pidato dari layar yang telah disiapkan. Tenda ini dibagi dua sisi. Nantinya, pendukung capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan ditempatkan secara terpisah.

Pasangan calon juga akan melewati tenda ini untuk naik ke ruang pengambilan nomor. Bila sudah steril, hanya pihak terkait seperti penyelenggara pemilu, paslon, petinggi parpol pengusung yang dapat masuk ke gedung KPU.

“Tentu (yang boleh masuk) penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu, DKPP, pemerintah, DPR, NGO,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di gedung KPU.

Ia mengatakan, pihaknya telah memberikan kuota 150 orang yang dapat memasuki area KPU. Menurut Arief, siapa saja yang masuk diserahkan kepada tiap parpol.

Baca Juga:   Isu Erick Thohir Ketua Timses Jokowi, Puan: Tunggu Pengumumannya

“Makanya kami memberikan kuota, silakan masing-masing paslon mengatur di internal mereka, kan banyak partai bergabung di situ, silakan diatur,” katanya.

Ia mengatakan, terkait pengamanan pengambilan nomor urut, pihaknya telah menyerahkan kepada kepolisian. “Paslon mendapat pengaman dan pengawalan sampai tahapan pilpres selesai. Kami sudah serahkan ke kepolisian, strateginya gimana, polisi yang lebih tahu, kan sudah mulai bisa diamankan,” kata Arief.

Selain untuk pengamanan paslon, pengamanan ini juga dilakukan untuk menghindari kemacetan. Pengamanan pun diterapkan untuk mencegah adanya keributan antarpendukung pasangan capres-cawapres.

“Jadi pengamanan tentu kalau menimbulkan kemacetan akan diamankan, untuk menghindari terjadinya gesekan ya akan dijaga jaraknya,” kata Arief.

Pngundian nomor urut dilakukan di Ruang Sidang A lantai 2 gedung KPU pada pukul 20.00 WIB. Sebanyak 3.886 personel gabungan dari Polri, TNI dan Pemprov DKI Jakarta dikerahkan untuk mengamankan kegiatan tersebut. “3.886 (personel) gabungan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono.