JK Sarankan Setop Impor Mobil Mewah, Ini Tanggapan Ekonom

Rekanbola-  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan untuk menghentikan impor mobil-mobil mewah. Hal ini bertujuan untuk menjaga neraca perdagangan Indonesia. Apa tanggapan ekonom?

Ekonom Faisal Basri mengatakan, sebaiknya tidak dilakukan pembatasan-pembatasan. Terlebih, penjualan mobil mewah juga tidak terlalu besar di Indonesia.

“Impor mobil di atas 3.000 cc itu kecil sekali. Kalau menurut saya jangan melarang-larang,” kata Faisal saat ditemui detikOto di arena GIIAS 2018 di ICE, BSD, Tangerang.

Langkah yang pas, kata Faisal, dengan disinsentif. Misalnya dengan menaikkan PPnBM.

“Masalahnya adalah penghematannya kecil (kalau impor mobil mewah dibatasi). Kan dia mobilnya mewah udah bayar pajak. Artinya, orang udah kerja, capek segala macam, kasih lah. Masak nggak boleh beli Ferrari. Berapa banyak sih pembeli Ferrari? Saya bukannya punya mobil mewah, nggak. Tapi dia udah bayar pajak, jangan larang-larang,” ujar Faisal.

“Jadi jangan larang-larang. Kalau melarang pemerintah nggak dapat apa-apa, yang punya duit beli Ferrari dia pakai Ferrari-nya di Australia,” tambahnya.

Sebelumnya, JK mengemukakan penghentian impor mobil-mobil mewah bertujuan menjaga neraca perdagangan Indonesia. JK memandang langkah itu dapat menekan tingginya impor dibanding ekspor nasional, sehingga berujung pada surplusnya neraca perdagangan Indonesia.

“Ini akan diklasifikasikan untuk mengurangi impornya, saya malah mengusulkan sudah kita hentikan impor mobil yang di atas 3.000 cc,” ucap JK di berbagai media.

Mobil mewah yang dimaksud, lanjut JK seperti Ferrari, Lamborghini dan mobil mewah lainnya yang berasal dari impor.

“Tidak usah impor Ferrari, tidak usah impor Lamborghini, contohnya macam-macam itu supaya mengurangi faktor-faktor impor tadi,” ujar JK.

 

( Sumber : detik.com )