JNE Kirim Ratusan Ton Bantuan Masyarakat untuk Korban Gempa Lombok

Rekanbola – Gempa bumi berkekuatan 7 SR yang menguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat tidak hanya merusak rumah warga. Gempa juga mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan ribuan orang mengalami luka-luka.

Bencana gempa di Lombok menggugah JNE untuk memberikan bantuan dengan mendirikan Posko Bencana JNE Mataram di Kantor JNE Mataram, Jl. Amir Hamzah No. 102 Mataram Lombok Nusa Tenggara Barat. Agar lebih maksimal, JNE mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk menyumbangkan beragam barang yang diperlukan oleh masyarakat di Lombok yang terdampak bencana gempa bumi.

“Gempa bumi yang terjadi di Lombok merupakan duka bagi seluruh rakyat Indonesia. JNE harus sigap dalam menanggapi dan melakukan langkah-langkah untuk membantu masyarakat di sana, termasuk juga para karyawan JNE Mataram beserta kerabat serta keluarganya,” kata Presiden Direktur JNE M. Feriadi dalam keterangannya.

Kantor-kantor cabang JNE di 54 kota di seluruh Indonesia memberi kesempatan untuk masyarakat yang ingin memberikan bantuan kepada korban gempa tanpa dikenakan ongkos kirim. Periode pengumpulan barang sudah dilakukan pada 11-19 Agustus 2018.

Ketentuannya, batas maksimum berat barang 10 kg per paket. Berbagai jenis barang yang direkomendasikan, yaitu makanan siap saji, selimut, peralatan mandi, obat-obatan, obat antinyamuk, popok, dan pembalut. Pengiriman bantuan ini tidak berlaku untuk jenis barang berupa makanan basah, benda yang cepat busuk, dan cairan.

Feriadi mengungkapkan, total lebih dari 103 ton barang bantuan masyarakat tersebut dikirimkan secara gratis oleh JNE. Barang-barang bantuan dari masyarakat di seluruh Nusantara, dikirimkan dari 54 kota yang meliputi kantor pusat mau pun cabang utama JNE.

Seluruh barang bantuan ditransitkan di JNE Denpasar. Pimpinan JNE Denpasar Alit S. Wardana pun menyiapkan 3 armada truk setiap hari untuk mengirimkan barang-barang bantuan dari berbagai wilayah di Indonesia kepada masyarakat di Lombok. Kemudian barang tersebut diteruskan melalui pelabuhan Padang Bay.

Baca Juga:   Ini alasan Polri perpanjang MoU dengan TNI

Di samping itu, seluruh karyawan JNE se-Tanah Air juga berinisiatif melakukan penggalangan dana. Nantinya, dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu warga yang terdampak gempa di Lombok karena banyak juga karyawan JNE yang turut menjadi korban gempa di sana.

Kurang lebih 160 orang karyawan JNE Mataram yang tersebar di 69 titik di Lombok Nusa Tenggara Barat, tepatnya di kota Mataram sampai dengan tingkat kabupaten maupun kecamatan menjadi korban bencana gempa.

Proses penggalangan dana oleh internal karyawan JNE di seluruh Nusantara dimulai pada 8-20 Agustus 2018. Selama 12 hari pengumpulan dana, terkumpul sejumlah uang dengan total lebih dari Rp 214 juta. Uang tersebut langsung disumbangkan kepada warga Lombok melalui Posko Bencana JNE di sana.

Tidak hanya itu, cabang-cabang JNE yang berada di Regional Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT juga mengirimkan relawan. Hal ini dilakukan untuk membantu proses pendistribusian barang bantuan ke beberapa penampungan warga korban bencana gempa bumi di pelosok wilayah Lombok yang sulit dijangkau.

“Walaupun proses penggalangan dana oleh karyawan JNE dan barang bantuan dari masyarakat secara resmi telah ditutup kemarin, namun jumlahnya masih akan terus bertambah hingga saat ini. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh karyawan dan masyarakat atas kepedulian, kekeluargaan, kesetiakawanan, serta solidaritas yang tinggi untuk membantu saudara-saudara kita di Lombok,” tutup Feriadi.