Jokowi ajak ngobrol alumni UGM pernah ngutang saat kuliah: Yang penting kan bayar

Rekanbola – Presiden Joko Widodo saat menghadiri Reuni Akbar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) 2018 mengajak ngobrol sejumlah alumni yang pernah berutang di warung makan ketika masa kuliah.

“Ini yang hadir di sini yang mempunyai utang, tapi sampai sekarang belum bayar silakan maju. Kalau ada kebangetan banget, jangan,” kata Jokowi dalam sambutannya di Balai Sidang Jakarta, Sabtu.

Presiden mengobrol dengan tiga alumni yang naik ke atas panggung dan menceritakan memorinya berutang saat kuliah. Tiga orang itu bernama Fajar Nugroho alumni Fakultas Ilmu Budaya, Widodo alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Feisal alumni Fakultas Kedokteran.

“Dulu makannya tempe kalih (dua) pak. Terus mau ujian supaya nilainya tambah makan pakai telur,” jelas Fajar disambut tawa Presiden dan para hadirin.

Sementara itu, Presiden juga terkejut nama salah satu alumni yang maju serupa dengan dirinya.

“Iya percaya-percaya pak Wid. UGM itu ga pernah yang namanya bohong ga pernah. Nama Widodo ya pasti Widodo, ngutang ya ngomong ngutang, ga ditutup-tutupi, jadi apa adanya,” ujar Jokowi merespon Widodo yang memberikannya kartu tanda penduduk menunjukkan keaslian namanya.

Kemudian alumni bernama Feisal mengaku dirinya berutang ke warung makan ketika kiriman uang dari orangtuanya telat datang. Namun Jokowi juga terkekeh bahwa dirinya juga pernah mengalami hal yang sama.

Kepada wartawan, Jokowi mengaku berutang untuk makan saat kuliah suatu hal yang wajar. Jokowi mengingat pada zaman berkuliah dulu banyak mahasiswa dan mahasiswi yang berjalan kaki atau menumpang sepeda sebagai kendaraannya.

“Jadi kalo urusan ngutang saya kira juga bukan suatu yang mengagetkan untuk kita yang kuliah di Yogya. Yang penting itu kan membayar,” kata Jokowi.

Baca Juga:   Rebutan Mangga, Anak dan Bapak di Sulsel Baku Tikam

Acara reuni itu juga diramaikan dengan penampilan grup musik ‘Elek Yo Band’ yang digawangi oleh beberapa menteri Kabinet Kerja.

Sejumlah tokoh yang juga datang pada acara tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Ketua MK Anwar Usman, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Rektor UGM Panut Mulyono, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang bertindak sebagai Ketua Kagama Pusat.