Jokowi marah ekspor RI kalah dibanding Vietnam, ini solusi bos BKPM

Rekanbola.com – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat kesal karena nilai ekspor Indonesia masih kalah jauh dengan beberapa negara tetangga.

“Kemarin pak Mendag (Enggartiasto Lukita) dan saya ikut dalam ratas peningkatan investasi dan ekspor. Banyak yang jadi catatan presiden (Jokowi) dan wapres (JK). Satu hal yang saya angkat dari ratas tersebut, saya ingatkan bahwa langkah pertama ekspor adalah investasi,” kata Thomas dalam acara Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Hotel Borobudur, Jumat (2/2).

Thomas mengungkapkan, jika ingin mendongkrak ekspor tentunya harus meningkatkan produksi dalam negeri. “Yang pertama adalah bangun pabrik, setelah berproduksi baru bisa diekspor,” ujarnya.

“Dalam ratas itu kita tentunya banyak marah, sedih, bicara gencar mengenai Vietnam, Thailand dan Malaysia,” lanjutnya.

Thomas mengungkapkan, sebelum seperti sekarang, Vietnam juga memulai dengan membuka diri di bidang investasi. Salah satu yang terkenal adalah investasi di bidang universitas.

“Saya ingatkan di ratas bahwa misalnya Vietnam yang eksportir begitu dahsyat USD 170 miliar, saya ingatkan bahwa 10 tahun sebelumnya dia terlebih dahulu menikmati investment boom. Vietnam mengambil langkah kongkret untuk membuka diri investor masuk. Investor masuk di bidang baja, sampai per kapita baja 2,5 sampai tiga kali lipat produksi kita. Kemudian investor masuk di bidang universitas kemudian produksi sarjana dalam jumlah yang besar. AKhirnya Samsung masuk bangun pabrik. Dengan itu, sampai tahun lalu hanya Samsung saja ekspor dari Vietnam itu USD 50 miliar. Jadi awal dari ekspor adalah investasi. itu pentingnya investasi,” ungkapnya.

Selain itu, Thomas memandang perlunya sektor industri mengandalkan rantai produksi regional. “Hampir nggak ada industri apapun juga yang bisa menggunakan 100 persen bahan baku lokal. ada industri yang 95 persen bahan baku lokal, tetap 5 persen butuh impor. Yang jadi penting adalah kelancaran rantai produksi ini.”

Baca Juga:   Kemendagri Lacak 2 Kardus e-KTP yang Tercecer di Bogor

 

Baca Juga :

Hasil gambar untuk MInion logo