Jokowi Pimpin Rapat di Tenda Pengungsian Lombok, Beri 5 Arahan

Rekanbola-  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau beberapa lokasi dan posko bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelum istirahat, Jokowi memimpin rapat terbatas di tenda pengungsian dan memberikan arahan.

Informasi yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, rapat terbatas tersebut digelar di tenda yang dibangun di halaman RSUD Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Sejumlah arahan diberikan Jokowi agar penanganan pascagempa dapat berjalan dengan baik dan segera memulihkan perekonomian wilayah setempat.

“Pertama, pastikan betul jumlah rumah rusak berat maupun rusak sedang dan rusak ringan,” ujar Jokowi dalam rapat tersebut seperti disampaikan Bey Machmudin dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (13/8/2018).

Jokowi mengatakan data-data terkait kerusakan rumah milik warga saat ini sangat dibutuhkan untuk memudahkan pemerintah pusat mendistribusikan bantuan yang akan diberikan kepada tiap kepala keluarga. Bagi warga yang rumahnya rusak berat, pemerintah telah menetapkan akan memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta.

Arahan kedua, Jokowi memerintahkan agar bantuan bagi warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat dapat diserahkan mulai Selasa (14/8) besok. Jokowi menargetkan sebanyak seribu kepala keluarga telah mendapatkan bantuan esok hari.

“Dimulai besok pagi akan segera kita serahkan bantuan untuk rumah yang rusak berat. Saya harapkan besok paling tidak minimal bisa seribu diserahkan. Kemudian setelah itu penyerahan bantuan untuk perbaikan rumah lainnya segera dilaksanakan terus,” katanya.

Arahan ketiga, Jokowi ingin agar aktivitas perekonomian di daerah terdampak gempa dapat segera dipulihkan. Dalam instruksinya, Jokowi meminta jajarannya untuk turut memprioritaskan perbaikan fasilitas-fasilitas penunjang perekonomian.

“Untuk fasilitas-fasilitas umum yang berkaitan dengan ekonomi misalnya pasar agar ini didahulukan. Terutama pasar-pasar yang rusaknya ringan agar segera diperbaiki dan masyarakat didorong untuk beraktivitas ekonomi kembali,” katanya.

Baca Juga:   Pembangunan Tol Lingkar Bogor Senilai Rp 3 Triliun Dilanjutkan

Arahan keempat, Jokowi ingin warga setempat diberikan edukasi mengenai pembangunan rumah yang tahan gempa untuk meminimalkan kerusakan yang terjadi jika bencana tersebut kembali melanda di kemudian hari.

“Harus kita mulai sejak saat ini pembangunan rumah harus dengan konstruksi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Konstruksi RISHA ini nanti akan dikawal oleh Kementerian PU sehingga betul-betul rumah yang ada sebanyak yang tadi sudah disebutkan betul-betul rumah yang tahan gempa,” katanya.

Arahan terakhir, Jokowi menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk turut membenahi fasilitas-fasilitas pendidikan dan kesehatan yang rusak maupun hancur karena gempa.

“Yang kelima, saya minta Kementerian PU untuk fasilitas umum yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan satu per satu dimulai. Jangan sampai terlalu lama tidak disentuh sehingga anak-anak kita nanti tidak bisa belajar dan kegiatan belajar mengajar di sekolah juga kita harapkan bisa pulih kembali,” tandasnya.

Untuk diketahui, rapat terbatas tersebut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Tito Karnavian,

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya M. Syaugi, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei.

 

( Sumber : detik.com )