Jurus Tipu-tipu Calo Bawa Kabur Rp 300 Juta Uang Calon Mahasiswa UIN

Rekanbola – Seorang pria bernama Syahrullah alias Arif ditangkap polisi atas dugaan penipuan. Pelaku berjanji bisa memasukkan anak korban ke Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah dengan bayaran Rp 150 juta.

“Modusnya adalah pelaku atas nama Syahrullah alias Arif ini menjanjikan kepada orang tua murid atau orang tua korban dapat memasukkan anak mereka ke Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah melalui jalur khusus, dengan membayar sejumlah uang Rp 150 juta,” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdi Irawan kepada wartawan di kantornya, Gudang Timur, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (12/6/2018).

Pelaku penipuan calo calon mahasiswa UIN

Ada dua korban dalam kasus ini, yakni Hj Roza Fitri dan Ibu Tine. Korban masing-masing mengalami kerugian Rp 150 juta.

Ferdi mengungkapkan kedua korban awalnya dihubungi salah satu guru BK anaknya. Guru BK itu memberikan informasi terkait adanya jalur khusus bagi calon mahasiswa kedokteran di UIN Syarif Hidayatullah.

“Kemudian guru BK ini, karena merasa percaya dengan tersangka, kemudian menginformasikan kepada orang tua siswa dan ada 2 orang yang tertarik untuk mengurus anaknya,” sambungnya.

Dalam perkembangannya, ketika pengumuman kelulusan pendaftaran, nama anak kedua korban tidak muncul. Dari situ kedua korban merasa curiga, sehingga akhirnya mengkroscek surat keterangan yang diberikan tersangka kepada pihak UIN Syarif Hidayatullah.

“Pihak UIN tidak pernah mengeluarkan surat seperti itu. Sehingga atas dasar itulah korban membuat laporan ke Polres Tangerang Selatan atas dugaan penipuan dan penggelapan,” imbuhnya.

Tersangka ditangkap pada 8 Juni 2018. Pada Januari, tersangka menipu korban Rp 40 juta, kemudian pada Maret berhasil menggelapkan Rp 230 juta dan terakhir, Mei 2018, menggelapkan Rp 300 juta.

Baca Juga:   Polisi sebut pelaku corat-coret kereta MRT 'bocah iseng'

Arif diketahui merupakan residivis kasus serupa yang pernah divonis selama satu tahun penjara pada 2017. “Setelah keluar, di bulan Januari dia menipu lagi,” cetusnya.

Lebih jauh Ferdi mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada iming-iming seperti yang dilakukan tersangka. “Saya imbau ini kepada masyarakat, khususnya orang tua murid ini agar jangan terlalu cepat percaya apabila ada pihak-pihak yang menjanjikan bahwa anaknya akan dapat diterima di fakultas tertentu melalui jalur khusus, apalagi harus membayar dengan sejumlah nilai tertentu,” sambungnya.

 

 

(Sumber : detik.com)