KABAR PASAR 24 APRIL: Tantangan Perekonomian Masih Besar, Pemerintah Incar Pertumbuhan 5,6%

REKANBOLA – Berita mengenai tantangan perekonomian yang membayangi stabilitas sistem keuangan serta pemerintah yang akan memacu pertumbuhan ekonomi menjadi topik utama pemberitaan media massa hari ini, Rabu (24/4/2019).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Tantangan Perekonomian Masih Besar. Sejumlah tantangan, baik dari sisi domestik maupun global, akan membayangi stabilitas sistem keuangan nasional pada tahun ini, yang pada kuartal pertama masih terjaga dengan baik.

Pemerintah Incar Pertumbuhan 5,6%. Pemerintah akan memacu pertumbuhan ekonomi ke level 5,6% pada 2020 yang ditopang oleh kinerja konsumsi dan investasi.

Bank Pelat Merah Berkontribusi Besar. Tren kenaikan fasilitas kredit perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan berlanjut hingga awal tahun ini. BUMN menyumbang angka siginfi kan kepada bank umum kelompok usaha (BUKU IV). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan undisbursed loan sebesar Rp60,66 triliun atau naik 15,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Ketua Kadin Imbau Pengusaha Bersatu. Ketua umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengimbau pada pengusaha untuk kembali bersatu pascapemilu, 17 April 2019. Kentesasi pemilu ada waktunya dan kini pertarungan itu sudah selesai.

Rally Harga Minyak Dorong IHSG. Rally harga minyak tahun ini yang melonjak 38% ke level US$74,04 per barel untuk jenis Brent menjadi sentimen positif yang mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,75% ke level 6.462,8 pada perdagangan Selasa.

Bank BUMN Agresif Kuasai Pasar Keuangan. Ekspansi anorganik bank pelat merah tahun 2019 kian masif. Empat bank BUMN yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank Tabungan Negara (BTN) agresif berbelanja perusahaan finansial.

Baca Juga:   Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 60 Ribu per Kg di Pasar Kebayoran Lama

Siap-Siap Bunga Kredit Bank Siap Naik. Suku bunga kredit diproyeksi bakal terkerek naik memasuki kuartal II-2019. Bank Indonesia (BI) dalam Survei Perbankan menyebut kenaikan ini terjadi seiring dengan kenaikan suku bunga dana perbankan.