Kalah dari Trump, Kubu Hillary Salahkan Direktur FBI

WASHINGTON – Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, menyebut Direktur FBI James Comey sebagai penyebab kekalahannya. Pasalnya, Comey mengumumkan akan membuka kembali penyelidikan skandal email Hillary beberapa hari sebelum pemilihan.

Berbicara kepada para donatur, semuanya memberi setidaknya USD 100 juta untuk kampanyenya, Hillary menyalahkan direktur FBI untuk meningkatkan keraguan tentangnya saat begitu dekat dengan pemilu. Intervensi Comey di pemilu telah membalikkan momentum dan energi pendukung Trump.

“Ada banyak alasan mengapa pemilu seperti ini tidak berhasil. Analisis kami adalah bahwa surat Comey meningkatkan keraguan yang tak beralasan, tak berdasar, tak terbukti, menghentikan momentum kami,” kata Navin Nayak, kepala divisi riset opini kampanye Hillary, seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (13/11/2016).

Nayak mengatakan Hillary telah di ambang kemenangan sampai minggu terakhir ketika “semuanya berubah.”

“Kami percaya bahwa kami kalah dalam pemilihan ini pada minggu terakhir. Surat Comey dalam 11 hari terakhir pemilu kedua membantu menekan jumlah pemilih dan juga mengusir beberapa dukungan penting kami di antara pemilih kulit putih berpendidikan tinggi, terutama di pinggiran kota,” kaya Nayak dalam sebuah email yang diperoleh Politico.

“Kami juga berpikir surat ke-2 Comey, yang dimaksudkan untuk membebaskan Sekretaris Hillary, benar-benar membantu untuk meningkatkan jumlah pemilih Trump,” tukasnya.

Baca Juga:   Pramugari ini viral setelah foto jalan-jalannya diduga hasil Photoshop