Kantor Sekretariat Banser di Dumai Tutup Pasca Pembakaran Bendera Tauhid

Rekanbola Kantor Sekretariat Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) di Kota Dumai, Riau, tutup pasca pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid di Garut, Jawa Barat, ketika peringatan Hari Santri, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pengamatan, Kamis (25/10), kondisi sekretariat yang berada di Jalan Cut Nyak Dien, tidak ada aktivitas. Papan nama sekretariat yang ada di bagian depan juga ditutup menggunakan kain banner berwarna putih, dengan dililit tali plastik. Bahkan, kondisi pintu bagian depan sekretariat tertutup dan terkunci.

Penutupan sementara papan nama Sekretariat Banser di Dumai merupakan hasil mediasi antara Laskar Hulu Balang Melayu Riau/Forum Masyarakat Kelurahan Purnama dengan Banser Dumai, Selasa (23/10) di Mapolsek Dumai Barat.

Mediasi tersebut bermula dari kedatangan sekelompok masyarakat ke sekretariat Banser Dumai. Mereka memprotes aksi pembakaran bendera bertulis lafazh tauhid oleh oknum anggota Banser di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Menanggapi hal itu, pihak Polsek pun bergerak cepat guna mencegah bentrok. Kedua pihak langsung melakukan mediasi di hadapan Kapolsek Dumai Barat. Mereka menyepakati tiga poin dalam mediasi ini. Pihak Banser Dumai bersedia menutup sementara papan nama sekretariatnya di Jalan Cut Nyak Dien hingga situasi kondusif.

Masyarakat Kelurahan Purnama bersedia membuka papan nama Banser Dumai saat masalah pembakaran bendera berlafazh kalimat tauhid telah selesai atau tidak dipermasalahkan lagi oleh masyarakat dan kedua pihak juga sepakat Banser Dumai tetap melakukan kegiatan sosial kemasyarakatannya.

Ketua Banser Dumai, Sutriyono menyebut bahwa penutupan sementara papan nama ini untuk menjaga situasi Dumai agar kondusif dan tidak ingin ada yang terlibat bentrok pasca insiden di Garut.

Baca Juga:   Beredar Video Siswi SMP di Kendal Merokok dan Berciuman

“Kami ingin situasi tetap kondusif. Maka kami bersedia papan nama sekretariat ditutup untuk sementara,” ujarnya.

Panglima Laskar Hulu Balang Melayu Riau sekaligus Perwakilan Forum Masyarakat Kelurahan Purnama, Haji Awaluddin Gedang mengaku tidak ingin gejolak di Kota Dumai pasca insiden di Garut. Maka dirinya mengapresiasi hasil mediasi tersebut.

“Jadi sudah sepakat papan nama sekretariat banser ditutup sementara, hingga situasi kembali kondusif,” ulasnya terpisah.

Awaluddin mengimbau kelompok pemuda tetap menjaga situasi kondusif dan jangan mudah terpancing dengan insiden yang terjadi di Garut. “Bila situasi aman, papan nama sekretariat Banser bisa dibuka kembali,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Dumai Barat, Kompol Lukman Parluhutan menambahkan, dalam proses mediasi yang berlangsung lancar dengan kesepakatan.

“Dalam mediasi kemarin, turut dihadiri tokoh masyarakat dan perwakilan NU di Dumai, dengan kesepakatan tersebut. Kami juga menghimbau agar saling menjaga situasi,” tambahnya.