Kartu Merah Ronaldo, Pelatih Valencia: Dia Mengaku Tak Bersalah

Rekanbola – Pelatih Valencia, Marcelino menyebut Cristiano Ronaldo terus menegaskan dirinya tak membuat kesalahan setelah diusir wasit pada laga Valencia kontra Juventus di fase grup Liga Champons 2018/19, Kamis (20/9) dini hari WIB. Marcelino menilai Ronaldo sangat kesal.

Debut Ronaldo bersama Juventus di Liga Champions berjalan buruk. Dia dihadiahi kartu merah oleh wasit setelah insiden dengan bek Valencia, Jeison Murillo. Ronaldo dinilai melakukan pelanggaran keras saat menjambak rambut Murillo.

Wasit asal Jerman, Felix Brych yang memimpin laga tersebut sebenarnya tak menyaksikan langsung insiden Ronaldo. Dia memberi hukuman kartu merah setelah berkonsultasi dengan asistennya. Hukuman Ronaldo pun masih bisa bertambah setelah UEFA menilai ulang berdasarkan rekaman pertandingan.

Meski demikian, Marcelino mengaku tak bisa berbicara banyak soal insiden tersebut. Baca penjelasan selengkapnya di bawah ini:

 

Tak Bersalah

Adapun di konferensi pers pasca pertandingan, Marcelino tak mau berkomentar soal insiden tersebut. Dia belum melihat langsung tayangan ulang pelanggaran yang membuat Ronaldo dihukum kartu merah.

Meski demikian, dia percaya pernyataan Ronaldo yang mengaku tak bersalah. Terlebih, Ronaldo sampai menangis setelah menerima kartu merah.

“Dia (Ronaldo) sangat kesal, bahkan menangis, karena dia mengatakan bahwa dia tidak melakukan kesalahan apa pun,” ujar Marcelino dikutip dari fourfourtwo.

“Saya belum melihat permainan yang berakhir dengan kartu merah itu.”

 

Penalti

Miralem Pjanic. ©

Lebih lanjut, soal kekalahan timnya, Marcelino merasa penalti yang dihadiahkan wasit pada Juventus membuat mental timnya merosot. Dia mengakui Juve adalah tim yang lebih baik dan Valencia harus dihukum karena membuat kesalahan sendiri.

Juve mencetak dua gol melalui titik putih yang dieksekusi sempurna oleh Miralem Pjanic.

Baca Juga:   Solari Hanya Ingin Bale Nyaman di Setiap Pertandingan

“Sudah jelas bahwa penalti itu memengaruhi kami. Penalti sebelum babak pertama adalah pukulan besar, lalu kami harus berusaha mengumpulkan kekuatan kami.”

“Penalti lainnya adalah hukuman mati untuk kami, kebobolan dua gol melawan tim yang hebat membuat tugas kami jauh lebih sulit,” tandas dia.