Karyawan Google dan Facebook Mau Dilarang Makan Gratis

Please enter banners and links.

Rekanbola – Para perusahaan teknologi seperti Facebook, Twitter dan Google banyak yang memberikan makan gratis buat karyawan sebagai salah satu fasilitas kantor. Namun bisa jadi sebentar lagi, kesenangan itu bakal berakhir–khususnya di wilayah San Francisco, Amerika Serikat.

Pasalnya, ada usulan peraturan baru yang jika diloloskan, akan melarang adanya kafetaria atau restoran tidak bermerek di bangunan kantor. Dikutip dari CNBC, Minggu (29/7/2018), hal ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian restoran lokal di sekeliling kantor tersebut.

Ada kemungkinan startup misalnya, diperbolehkan membuat dapur sendiri, namun karyawan diharuskan membayar makanannya. Dengan demikian, mereka mungkin akan terdorong untuk makan di luar saja.

Begitu maraknya perusahaan teknologi di sekitar San Francisco memang memberikan beragam dampak negatif. Termasuk meroketnya harga rumah, kemacetan parah dan sebagainya. Pendek kata, banyak warga lokal malah makin tertekan dengan booming perusahaan teknologi di kawasan itu.

“Kami sedang dalam proses mengizinkan bangunan kantor baru yang luas, jadi ini adalah waktu yang tepat untuk memastikan semangat kemasyarakatan tetap terjaga.

San Francisco memiliki sejarah yang kaya akan makanan,” ujar Asha Safai, supervisor kota San Francisco yang mengusulkan peraturan tersebut.

Karena karyawan cukup makan di kantor, beberapa pemilik restoran mengeluh tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari maraknya perusahaan teknologi. Anthony Myint, seorang pemilik restoran yang dekat dengan kantor Twitter dan Uber mengatakan para karyawan jarang yang ke restorannya.

“Sekitar delapan restoran beberapa blok dari sini, beberapa dengan koki handal, semuanya tutup dan kami berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup,” kata dia.

 

( Sumber : detik.com )