Karyawan Istaka Karya Korban Penembakan Papua Tak Terima Santunan BPJS

REKANBOLA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memastikan puluhan karyawan PT Istaka Karya yang menjadi korban pembunuh di Ditrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua, tidak menerima santunan BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jayapura Adventua Edison mengatakan kepastian itu disebabkan hingga kini belum ditemukan data keikutsertaan karyawan PT Istaka di data BPJS Ketenagakerjaan.

Adventua mengatakan sesaat setelah adanya kepastian jumlah karyawan perusahaan yang mengerjakan pembangunan jembatan, pihaknya berupaya menghubungi perwakilan perusahaan di Wamena, namun hingga saat ini belum ada data yang diserahkan.

“Kami sangat menyayangkan, karena akibatnya karyawan tidak terlindungi dan keluarga tidak menerima santunan,” kata Edison seperti ditulis Antara, Sabtu (8/12).

Sebelumnya, 16 Jenazah korban penembakan kelompok separatis di Papua tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, Pukul 18.04 WITA, Jumat (7/12). Para korban diangkut menggunakan pesawat Hercules A 1331 dari Timika, Papua.

Dari 16 jenazah, hanya 14 yang diturunkan di Makassar dan dua lainnya akan lanjut penerbangannya ke Jakarta untuk dibawa ke kampung halaman di Medan, Sumatera Utara.

Kedatangan jenazah hanya selang beberapa menit setelah kedatangan rombongan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Wakapolri, Komjen Polisi Ari Dono Sukmanto dengan menggunakan pesawat TNI AU Boeing 7305. Mereka juga dari Timika dan transit di Makassar.

Mengenai kedatangan jenazah korban penembakan ini, selain didampingi kerabat masing-masing korban, juga ada anggota kepolisian dan dari pihak PT Istaka Karya. Di lapangan udara sendiri sudah ada 14 unit mobil ambulans yang siap mengantarkan seluruh peti jenazah.

Baca Juga:   Bos OJK: Tekanan Rupiah Dari Faktor Eksternal Mulai Mereda