Kata Galau Lucu Penuh Makna

REKANBOLA  —  Kenapa Move On Itu Susah , Karena Waktu Sekolah Yang Dipelajari Adalah Menghafal Atau Mengingat Bukan Melupakan.

1. Teruntuk yang Sering Ngomong Kasar

Sebal nggak sih kalau punya pacar yang hobinya berkata kasar? Apalagi ketika sedang ada masalah, ia juga sering memarahimu dengan kata-kata kasar.

Daripada terus-terusan kesal dan galau karena sikapnya tersebut, mending sindir aja pakai kutipan ini. Bahwasanya, mulutnya yang sering ngomong kasar itu lebih baik diberi lotion supaya bisa lebih halus. Barangkali pacarmu bisa lebih menjaga perkataannya.

2. Menyelamatkan Status Jomblomu

Ketika masih pacaran, rayuan manis memang sering terucap dari mulut sang mantan. Giliran sudah putus, tidak ada hentinya ia menjelek-jelekanmu di depan temannya. Pernah mengalaminya?

Kalau kamu punya mantan pacar yang sering mengumbar keburukanmu, mending ungkapkan kata-kata galau patah hati ini padanya. Katakan bahwa seburuk apa pun sikapmu, setidaknya kamu pernah menyelamatkannya dari status kejombloan.

3. Susahnya Move On

Apakah kamu sudah bisa move on dari mantanmu? Kalau belum, usaha apa yang sekiranya sudah kamu lakukan untuk melupakannya?

Memang melupakan kenangan indah bersama seseorang itu tidaklah mudah. Namun, berlarut-larut dalam kegalauan juga tidak baik. Mending dibuat bercanda aja dengan kutipan ini, bahwa alasan move on susah untuk dilakukan karena waktu sekolah kamu tidak pernah diajari untuk melupakan.

4. Tak Mau Menengok Masa Lalu

Hal paling menyebalkan adalah berusaha melupakan mantan kekasih, tapi ia terus-terusan menghampirimu. Ia berusaha mendekatimu lagi seolah-olah dulu tidak pernah terjadi apa-apa.

Jika mantanmu bersikap seperti itu, ungkapkan perasaanmu melalui kutipan ini. Bilang padanya bahwa kamu tidak ingin bersamanya lagi, jadi berhentilah untuk mengganggumu.

Baca Juga:   Ungkapkan Isi Hatimu yang Terdalam Melalui Kata-Kata untuk Mantan Pacar Ini

5. Bukan Layangan

Pernah nggak sih kamu merasa bingung dengan sikap seseorang? Kadang ia bertindak begitu manis padamu, tapi tiba-tiba bersikap dingin. Seolah-olah ia sedang menarik ulur hatimu layaknya bermain layangan.

Ia terus-terusan mempermainkan perasaanmu, hingga akhirnya kamu pun lelah dan memutuskan untuk menjauhinya. Giliran kamu sudah memutuskan pergi darinya, ia malah mengejar-ngejar kamu lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *