Kata Sakit Hati dan Kecewa

REKANBOLA  —  Cinta Kadang Kadang Bisa Menjadi Keajaiban Tapi Kadang , Sesuatu Yang Ajaib Itu Hanyalah Sebuah Ilusi

1. Butuh Sandaran

Ungkapan galau yang menyentuh pada kutipan di atas konteksnya lebih umum. Apa pun kegundahan yang kamu rasakan karena sakit hati dan kecewa, kamu mungkin membutuhkan seseorang yang akan menemanimu melewatinya. Orang itu bisa jadi adalah sahabat, kerabat, atau kekasih.

Tidak perlu diberikan solusi atas kekecewaan itu, asalkan sahabat atau kekasihmu ada di sampingmu, hal tersebut sudah cukup menguatkan. Keluhanmu akan tersampaikan dan air matamu boleh tumpah hingga perasaanmu tenang. Setiap orang memang butuh tempat untuk bersandar.

2. Bukan Secangkir Kopi

Ketika seseorang merasa sakit hati dan kecewa, banyak hal di sekitarnya dikaitkan dengan perasaannya saat itu, termasuk urusan kopi. Kedatangan seseorang yang hanya singgah di hatimu tetapi tidak menetap, ibarat mampir minum secangkir kopi.

Kalau sekadar ngopi, tidak masalah langsung pergi begitu habis secangkir atau dua cangkir. Tapi kalau singgah di hati, harapannya ya menetap sampai nanti.

3. Melepaskanmu

Sakit hati dan kecewamu yang disebabkan oleh si dia bisa juga kamu ungkapkan lewat kata-kata galau paling menyentuh di atas. Mungkin dia telah menyakitimu dan kamu berusaha untuk tetap bertahan. Tetapi ketahuilah, bertahan bukan berarti kamu kuat.

Seperti yang dikatakan Hermann Hesse, kuat justru ketika seseorang melepaskan apa yang selama ini dipertahankannya. Ketika kamu mulai lelah bertahan, tidak salah bila kamu mulai melepaskannya daripada terus menerus dikecewakan.

4. Lupa

Saking seringnya sakit hati, sampai-sampai kamu lupa rasanya bahagia. Kamu tidak ingat lagi rasa selain patah hati dan kecewa. Begitulah kurang lebih makna dari kutipan di atas.

Baca Juga:   Kata buat Ngajak Balikan

Mungkin bagimu ungkapan tersebut merupakan kata-kata galau paling menyentuh, apalagi jika kenyataan yang kamu alami dengan si dia demikian adanya. Kalau benar, semoga patah hati yang kamu rasakan sekarang adalah yang terakhir.

5. Keajaiban atau Ilusi

Sebagian orang mungkin berkata bahwa cinta ialah sebuah keajaiban, lalu kamu mempercayai itu. Tetapi cinta bisa juga seperti sihir atau atraksi sulap yang hanya ilusi dan tidak nyata.

Setelah kamu menyadari keajaiban-keajaiban itu cuma ilusi, kamu mungkin akan kecewa. Kalau sudah begitu, kamu perlu belajar bahwa yang namanya harapan memang tak selalu bisa menjadi kenyataan, termasuk pada kehidupan percintaan.