Keane: Salah Pemain yang Fenomenal

rekanbola  – Eks penyerang Liverpool Robbie Keane memuji Mohamed Salah sebagai sosok pemain yang fenomenal.

Salah menjalani karir yang luar biasa dalam beberapa tahun belakangan ini. Ia bangkit dari keterpurukan yang dialaminya saat masih bermain di Chelsea.

Ia mengasah performanya saat tampil di Italia. Ia tampil menawan bersama dengan Fiorentina dan juga AS Roma.

Kemudian ia tampil menawan bersama Liverpool di musim perdananya. Ia sukses menjadi top skor klub dan top skor liga, plus memecahkan banyak rekor.

Fenomenal

Fenomenal

Robbie Keane © AFP

Performa pemain asal Mesir itu mengundang decak kagum banyak pihak, termasuk dari Keane. Eks pemain Tottenham ini bahkan tak ragu menyebut Salah sebagai pemain yang fenomenal.

“Fakta bahwa Salah pergi ke Italia dan bisa bersinar bersama Fiorentina dan Roma dan kemudian kembali ke Inggris dan menghasilkan penampilan yang ia tunjukkan dengan Liverpool, itu sungguh fenomenal,” serunya kepada Piramida TV seperti dilansir Kingfut.

“Ia [Salah] terus mencari kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya sebagai pemain dan ia pasti menemukannya di Liverpool di bawah Jurgen Klopp. Cara mereka bermain pasti sesuai dengan gayanya,” ujar Keane.

Diprediksi Kesulitan

Diprediksi Kesulitan

Salah beraksi melewati hadangan pemain-pemain West Ham. © AP

Sebelumnya egenda Liverpool, Ian Rush memprediksi Salah akan sedikit kesulitan di Premier League musimini. Ia meyakini Salah tak bisa semoncer musim lalu karena permainannya sudah dihafalkan oleh para pemain dari tim lain.

“Mo Salah sudah menjalani musim yang luar biasa. Ia menyenangkan untuk dilihat, dan setelah melihatnya di tur pra-musim setelah kembali dari Piala Dunia, ia tampak fit,” ujar Rush di tribalfootball.

Baca Juga:   Inilah 8 Tokoh Dunia yang Tercyduk Sempat 'Di-endorse' Oleh Produk Lokal Indonesia. Bangga!

“Di satu laga, ia datang dari bangku cadangan dan langsung mencetak gol, dan dalam tiga menit ia bisa saja menciptakan hattrick, jadi itu menunjukkan bahwa ia sudah siap.”

“Saya masih berpikir ia akan tampil dengan baik, tetapi masalahnya adalah sekarang lawan sudah memahami segalanya soal dirinya dan mungkin mereka berpikir bisa membacanya dan menetralisirnya,” klaimnya.