Kebakaran di Gunung Sindoro hanguskan 9,5 Ha lahan dengan kerugian Rp 1,5 M

Rekanbola – Kebakaran lahan-hutan terjadi di kawasan Gunung Sindoro, di Kabupaten Wonosobo dan Temanggung, Jawa Tengah. Upaya pemadaman masih terus dilakukan.

“Luas areal yang terbakar 9,5 Ha, dengan jenis tanaman atau vegetasi hutan yang terbakar adalah tanaman kemlandingan gunung dan semak belukar,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Nugroho, lewat pesannya singkat, Minggu (9/9).

Sutopo menambahkan, taksiran kerugian akibat kebakaran diperkirakan sebesar Rp 1,4 miliar. Tapi tidak ada korban jiwa.

Saat ini, BPBD Kabupaten Temanggung sedang melaksanakan penelitian, pengiriman logistik, dan melaksanakan pemadaman.

Upaya pemadaman sedang dilaksanakan oleh petugas Perhutani bersama BPBD Temanggung, Kodim 0706, masyarakat dan pecinta alam serta gabungan komunitas relawan dengan Jumlah 219 personel.

Dia mengatakan, medan yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala upaya pemadaman.

“Juga keterbatasan alat dan angin besar yang arahnya berubah-ubah. Kecepatan angin sampai dengan 30 km/jam,” tambah dia.

Jalur pendakian Gunung Sindoro di Kabupaten Wonosobo dan Temanggung, Jawa Tengah, untuk sementara ditutup sejak Sabtu (8/9) karena kebakaran hutan dan lahan.

Menurut laporan masyarakat, pada pukul 21.00 WIB Jumat malam (7/9) mulai terlihat titik api di Pos 2 Gunung Sindoro wilayah Kabupaten Wonosobo. Api terus merembet ke Timur dan sampai ke wilayah hutan di Kabupaten Temanggung pada pukul 11.00 WIB Sabtu (8/9).

Kemudian Komandan regu (danru) polisi kehutanan (polhut) Suyanto melaporkan kejadian kebakaran hutan di Gunung Sindoro, Minggu tanggal 9 September 2018 pukul 06.00 WIB.

Lokasi kejadian di Petak 10-5 RPH Kwadungan, BKPH Temanggung, KPH Kedu utara masuk dalam wilayah administratif pemerintahan Dusun Sibajak Desa Canggal Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung.

Baca Juga:   Ditawari Banyak Bantuan Kampanye, Sandiaga Anggap Isyarat Perubahan