Kei Nishikori Selalu Tertahan Di Perempatfinal Grand Slam

REKANBOLA – Kei Nishikori memuji permainan Rafael Nadal yang dominan ketika mengalahkannya, tetapi mengakui bahwa laga maraton dalam perjalanannya ke perempatfinal French Open harus dibayar mahal olehnya.

Nishikori yang kalah telak 6-1, 6-1, 6-3 dari Nadal di perempatfinal French Open musim ini, mengakui, “Yang pasti saya terlalu banyak menghabiskan waktu di lapangan. Ketika menghadapi Rafa, ia tidak membiarkan saya bermain dengan cara yang saya inginkan, terutama jika saya tidak cukup prima, tidak mudah untuk bertahan untuk bertanding melawannya.”

“Di atas clay-court, tentu sangat sulit untuk bertanding melawan Rafa. Ia memukul bolanya dengan sangat keras dan ia servis dengan baik. Ia memaksa saya untuk berjuang demi setiap poinnya. Bahkan untuk merebut satu game, rasanya sangat lama untuk mendapatkannya. Saya salut dengannya, ia bermain dengan begitu impresif.”

Petenis berusia 29 tahun, Nishikori pun merasa frustasi setelah ia tidak mampu tampil lebih baik setelah memenangkan dua laga lima set secara beruntun  melawan Laslo Djere di babak ketiga dan Benoit Paire di babak keempat.

“Saya berharap saya bisa menyelesaikannya dengan tiga set,” ungkap Nishikori merujuk pada dua laga tersebut.

“Mungkin, saya kalah di banyak babak tiebreak pekan ini. Melawan Paire, saya sebenarnya mendapatkan peluang match point di set keempat, tetapi kehilangan peluang emas itu setelah bertanding cukup lama, begitupun ketika melawan Djere.”

“Saya pikir saya harus tetap berlatih keras demi menyelesaikannya dengan tiga set langsung, tetapi itu artinya saya mungkin belum cukup baik secara strategi maupun mental. Jadi, saya akan tetap berlatih. Saya pikir itu akan menjadi langkah saya selanjutnya, karena saya selalu tertahan di perempatfinal Grand Slam dan saya pikir tujuan saya selanjutnya adalah lolos ke semifinal atau final Grand Slam.”

Baca Juga:   Target Herry IP: Juara Grup Demi All Indonesian Finals di BWF World Tour

“Saya tahu hal itu tidak akan mudah, karena saya harus mengalahkan petenis yang berada di peringkat 4 besar dan saya pikir mereka akan masih mendominasi. Tetapi saya akan terus berlatih.”

Nishikori yang gagal di delapan perempatfinal Grand Slam, mencatatkan hasil Grand Slam terbaik di US Open ketika ia melenggang ke final 2014 (kalah dari Marin Cilic) serta semifinal 2016 (kalah dari Stan Wawrinka) dan 2018 (kalah dari Novak Djokovic).