Keluarga Anak Meninggal Pembagian Sembako Tunggu Keterangan Penyebab Kematian dari RS

 

Rekanbola.com – Peristiwa bagi-bagi Sembako di kawasan Monas, Jakarta Pusat dalam acara ‘Untukmu Indonesia’ menelan korban jiwa. Seorang bocah berusia 10 tahun, Muhammad Rizky Saputra menjadi salah satu korbannya.

Setelah sebelumnya melapor ke Bareskrim Mabes Polri, Pihak keluarga Rizky yang didampingi kuasa hukum Muhammad Fayyadh, hari ini (5/5) memenuhi panggilan pihak kepolisian. Berkas pelaporan Rizky telah dilimpahan dari Bareskrim ke Polda Metro Jaya.

Baca Juga :

7 Meme Beda Kelakuan Cewek Di Instagram Vs Realita Ini Mak Jleb Banget

Rizky diketahui ikut serta bersama Ibunya, Komariah untuk mengantri dan menerima pembagian sembako. Suasana yang saat itu mendadak chaos membuat Rizky terlepas dari genggaman ibunda, terseret dan terinjak.

1. Membuat janji sejak jam 10.00 WIB

Keluarga Anak Meninggal Pembagian Sembako Tunggu Keterangan Penyebab Kematian dari RS

Muhammad Fayyadh selaku kuasa hukum dari pihak Rizky mengaku hari ini (5/5) janji untuk datang ke Polda Metro Jawa awalnya pukul 10.00 WIB. Namun pihak kepolisian meminta saksi juga turut hadir. “Saksi masih bekerja sampai pukul 14.00 WIB. Kita tunggu sampai saksi pulang kerja,” tutur Fayyadh.

“Kita sudah janji dengan Pak Kanit 1 jam 4 sore,” kata Fayyadh. Meski kliennya sedang dalam perjalanan, Fayyadh tetap menemui pihak kepolisian sejak kurang lebih pukul 17.20 WIB. Kepada awak media Fayyadh mengaku sulit menghubungi keluarga korban sejak pukul 14.00 WIB.

2. Belum menerima keterangan penyebab kematian

Keluarga Anak Meninggal Pembagian Sembako Tunggu Keterangan Penyebab Kematian dari RS

Fayyadh selaku kuasa hukum keluarga korban mengatakan sampai saat ini pihak RS Tarakan belum juga memberi keterangan terkait penyebab kematian Rizky. “Surat dari rumah sakit sudah ada tapi penyebab kematiannya kosong,” kata Fayyadh.

Pihak keluarga telah sepakat untuk terus membawa kasus ini ke jalur hukum. “Kalau kemarin saya minta ke pihak penyidik kita fokus dulu ke pihak penanggung jawab yang menangani korban itu RSUD,” tutur Fayyadh. Hal ini dilakukan karena pihak korban beranggapan pihak rumah sakitlah yang paling mengetahui kronologi hingga korban meninggal dunia.

Baca Juga:   Ada Versi Baru, Xenia Model Lama Banting Harga

3. Akan dilakukan otopsi

Keluarga Anak Meninggal Pembagian Sembako Tunggu Keterangan Penyebab Kematian dari RS

Pihak penyidik dari kepolsian menurut keterangan Fayyadh menawarkan untuk melakukan otopsi terhadap Rizky. “Katanya sudah ada kordinasi antara penyidik dan tim rumah sakit,” kata Fayyadh.

Namun hingga saat ini pihak keluarga Rizky belum menandatangani pernyataan setuju untuk melakukan otopsi. “Kalau dari pihak keluarga belum menyatakan setuju untuk dilakukan otopsi,” tutur Fayyadh. “Tapi tadi Pak Kanit menyampaikan setuju tidak setuju kalau ini perkara besar akan dilakukan otopsi,” katanya lagi.

(Sumber : news.idntimes.com)

Baca Juga :