Kematian Imigran di Perbatasan AS-Meksiko Naik 50 Persen

Rekanbola – Amerika Serikat menyatakan jumlah imigran ilegal yang meninggal di perbatasan dengan Meksiko meningkat lebih dari 55 persen dalam sembilan bulan terakhir.

Badan Pemantau Perbatasan memaparkan peningkatan jumlah kematian ini terjadi seiring dengan lonjakan gelombang imigran, termasuk anak-anak tanpa pendamping, yang mencoba masuk ke AS secara ilegal.

Hingga 31 Mei lalu, badan tersebut juga mencatat jumlah penangkapan imigran di perbatasan meningkat 12 persen dalam delapan bulan terakhir.

Meski jumlah imigran ilegal yang tertangkap di perbatasan menurun, Persrikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat ada peningkatan kematian imigran dalam empat tahun terakhir hingga mencapai 405 korban pada 2017.

Juru bicara Badan Pemantau Perbatasan, Salvador Zamora, mengatakan jumlah kematian imigran meningkat jadi 48 orang dari 31 orang di periode yang sama pada 2017 lalu.

Menurut Zamora, cuaca panas menjadi faktor utama kematian para imigran di barat daya perbatasan AS itu. Dia memprediksi jumlah kematian akan meningkat menyusul cuaca ekstrem musim panas tahun ini.

“Kami bersiap untuk kenaikan kematian terkait cuaca ekstrem dan musim panas baru saja di mulai,” kata Zamora kepada Reuters melalui wawancara telepon.

“Demografi imigran ilegal yang kami amankan, unit keluarga, dan anak-anak tanpa pendamping, mereka jauh lebih rentan.”

Zamora mengatakan para imigran termasuk anak-anak yang sebagian berasal dari daerah sub-tropis dan pegunungan tak tahan dengan cuaca dan medan ekstrem sangat kering sehingga rentan terkena dehidrasi.

Selain cuaca ekstrem, pengetatan keamanan perbatasan dan penegakan hukum keimigrasian menjadi faktor lain yang menyebabkan jumlah kematian imigran meningkat.

Pemerintahan Presiden Donald Trump belakangan menerapkan kebijakan “nihil toleransi” bagi orang asing yang melintasi perbatasan AS secara ilegal.

Baca Juga:   Foto Tatonya Viral, Bos Yakuza Jepang Diciduk Polisi di Thailand

Kelompok aktivis kemanusiaan berbasis di San Diego, Border Angels, menyatakan kebijakan ini menyebabkan para imigran nekat menyebrangi perbatasan melalui jalur terpencil dengan medan ekstrem.

“Kami melihat orang-orang menyeberang di daerah yang lebih berbahaya, meski jumlahnya lebih sedikit,” kata Enrique Morones, pendiri Border Angels.

Masalah imigran menjadi salah satu tantangan terbesar AS selama ini. Negeri Paman Sam dilihat menjadi salah satu negara tujuan bagi sebagian imigran hingga pencari suaka.

Sampai empat tahun lalu, sebagian besar jumlah imigran ilegal yang tertangkap otoritas AS berasal dari Meksiko. Namun, kondisi perekonomian Meksiko yang terus membaik membuat jumlah imigran ilegal asal negara tersebut menurun.

Berdasarkan data Badan Pemantau Perbatasan AS, jumlah imigran ilegal asal Meksiko yang tertangkap sebanyak 303.916 pada 2017 lalu, menurun 26 persen dibandingkan 2016.

Merujuk pada data tersebut, imigran dari Guatemala, Honduras, dan El Salvador menjadi negara asal imigran ilegal terbanyak di AS saat ini.

 

 

(Sumber : cnnindonesia.com)