Kemenkum HAM sebut sel Setnov tidak direnovasi, cuma dikasih wallpaper

Rekanbola – Sejumlah fasilitas mewah masih ada ditemukan di beberapa sel dalam Lapas Sukamiskin, Kota Bandung. Kementerian Hukum dan HAM menegaskan bahwa fasilitas tersebut adalah inisiatif narapidana.

Irjen AHU Kemenkum HAM, Aidir Amin Daud mengatakan fasilitas tambahan dan sel yang bersih tidak disediakan oleh pihak Lapas.

“Tidak. Begini, biasanya sprei bawa sendiri kelihatan bagus. Mungkin orang ada penyakitnya harus pakai sprei putih yang bersih karena ada asma biasa kan begitu. Kalau soal kebersihan kita sama-sama menghormati,” katanya saat dihubungi, Sabtu (15/9).

Aidir pun menjelaskan bahwa tidak ada renovasi khusus terhadap sel yang besar dan bersih sesuai temuan Ombudsman. Di kamar beberapa napi, seperti terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto hanya ditempel oleh wallpaper karena temboknya ada masalah.

“Sebenarnya tidak direnovasi itu cuma dikasih wallpaper dan itu sudah lama. Kenapa ada wallpaper karena ternyata dinding itu ada masalah sedikit,” terangnya.

“Jadi kalau dibongkar bisa lebih baunya. ada alasannya saya enggak terlalu tahu yang cocok menjawab itu adalah Kalapas atau Kakanwil. Kalapas-nya saya pikir sudah bekerja dengan baik lah,” lanjutnya.

Disinggung mengenai kemungkinan beberapa napi, seperti Setya Novanto yang akan dipindah ke Lapas lain, Aidir mengaku enggak mengetahuinya.

“Saya enggak tahu kalau informasi itu. Saya tidak menangani kebijakan begitu,” pungkasnya.

Seperti dikethaui, Lapas Sukamiskin kembali menjadi sorotan usai disidak Ombudsman. Sebabnya, kamar beberapa narapidana korupsi masih tidak banyak berubah pasca-OTT KPK yang dilakukan dua bulan lalu.

Anggota Ombudmas, Ninik Rahayu mengatakan bahwa masih ada diskriminasi antara penghuni napi. Indikatornya adalah kamar yang ditempati para napi tidak merata.

Baca Juga:   Api di alat tambal ban sambar bensin, kios dan dua sepeda motor hangus terbakar

Dari foto sidak yang dilakukan Ombudsman terlihat bahwa fasilitas di kamar Setya Novanto layaknya apartemen. Berbagai fasilitas seperti kasur dan meja terlihat bagus. Di sana ia tampak pula mantan bendahara Demokrat, Nazaruddin bersama Setya Novanto.

Di foto lain, kondisi kamar sangat berbeda. Kamar dengan ukuran lebih kecil itu tampak kumuh dan kotor.