Kemnaker Sediakan Ruangan Khusus Startup, Ini Fasilitasnya

Rekanbola – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri meresmikan Innovation Room atau Ruang Inovasi bagi startup dalam mengembangkan bisnis digital. Apa saja fasilitasnya?

Hanif menjelaskan ada dua fasilitas utama yang disediakan di Ruang Inovasi ini. Pertama untuk membantu generasi muda mengembangkan skill digitalnya, kedua sebagai wadah inkubasi bisnis.

Kemnaker sediakan ruang bagi startup

“Jadi sebagai kebutuhan menciptakan anak muda dengan skill, kemudian mereka yang berminat mengembangkan usaha berbasis digital kita fasilitasi,” ujarnya di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Fasilitas ruang inovasi ini pun terbilang nyaman. Tersedia kursi empuk lengkap dengan mejanya sebagai tempat para startup bekerja. Adapula meeting room atau ruang pertemuan.

Ruangan juga dilengkapi pendingin udara, dan colokan listrik. Bisa dibilang seperti co-working space atau ruang kantor bersama.

Kemnaker sediakan ruang bagi startup

Ruang Inovasi ini terletak di Lantai M, kawasan gedung parkir Kemnaker. Jam operasionalnya 24 jam, dari Senin hingga Jumat. Tersedia fasilitas WiFi yang mampu digunakan oleh 150 pengguna secara bersamaan.

“Yang saya komunikasikan dengan teman teman teknis itu kapasitas yang kita pasang cukup untuk diakses oleh 150 orang sekaligus,” jelas Plt Kepala Badan Balitbang Kementerian Ketenagakerjaan Khairul Anwar.

Kemnaker sediakan ruang bagi startup

Hanif ingin ruang inovasi ini hanya menjadi tempat anak-anak muda sekedar menghabiskan waktu. Dia ingin agar benar-benar dimanfaatkan dengan baik.

“Menurut saya itu nggak cukup. Bagaimana Innovation Room bisa berkontribusi dalam peningkatan pekerja skill di industri digital. Kedua bisa fasilitasi tumbuhnya wirausaha muda berbasis digital,” lanjutnya.

Kemnaker sediakan ruang bagi startup

Dia pun mengatakan selama ini banyak startup muda yang tidak memiliki ruang untuk mengembangkan bisnisnya.

“Saya sering dapati anak muda datang ke saya minta rekomendasi. Mereka mau ikut lomba baik di dalam maupun luar negeri. Timnya itu 3-7 orang. Saya tanya, ‘kalian ngerjain itu dimana?’ ‘di kafe pak, kami kerjakan di situ sampai di usir usir’,” ujar Hanif.

Baca Juga:   Tersingkir Dini di Piala Dunia, Penjualan Jersey Timnas Jerman Meredup

 

 

(Sumber : detik.com )