Kerabat Diduga Sakit Hati, Video Mesum Mirip 2 Oknum ASN Kecamatan Gunung Malela Beredar

REKANBOLA – Satu rekaman video mirip 2 oknum ASN yang bekerjad di lingkungan Pemerintahan Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, beredar melalui grup WhatsApp. Video itu disebut disebarkan seorang kerabat yang diduga merasa sakit hati kepada 2 oknum tersebut.

Informasi yang dihimpun metro24jam.com, sejumlah aparat keamanan berpakaian sipil, dengan mengendarai 3 mobil mendatangi Kantor Kepala Desa Pematang Gajing, Jumat (12/7/2019) pagi, untuk memeriksa beberapa saksi.

Ada dua rekaman video seronok itu, masing-masing berdurasi 20 detik dan 3 menit 30 detik. Pada kedua rekaman video itu terlihat dua orang mirip ASN di kantor Kecamatan Gunung Malela, berinisial BY (41) serta satu lainnya ASN di Kantor Kepala Desa Pematang Gajing berinisial LL (40).

Rekaman video dari kedua oknum yang masing-masing masih memiliki pasangan sah itu disebut dibuat pada tahun 2009.

Namun belakangan, video itu viral melalui akun WhatsApp di kalangan warga Kecamatan Gunung Malela.

“Suami ASN itu, perangkat desa di Pamatang Gajing, dan sejumlah warga Kecamatan Gunung Malela diperiksa di Kantor Pembantu Sat Reskrim Polres Simalungun di Komplek Asrama Polisi (Aspol), Jalan Sangnawaluh, Siantar, Jumat (12/7/2019),” sebut seorang sumber di Gunung Malela.

Dijelaskannya, pemeriksaan tersebut terkait viralnya rekaman video asusila oknum ASN yang mirp istri petugas pengamanan di salah satu perkebunan swasta dan oknum ASN di Pemerintahan Kecamatan Gunung Malela.

Video diduga disebarkan kerabat oknum yang merasa sakit hati. Viralnya video tersebut membuat warga Gunung Malela heboh dalam beberapa hari terakhir.

Sabtu (13/7/2019) malam, menurut warga di sana, polisi masih mengejar sejumlah pelaku yang diduga mula-mula menyebarluaskan rekaman itu.

Polisi juga menyebukan masih ada sejumlah saksi tambahan yang baru akan didengar keterangannya.

Baca Juga:   Trump Kenakan Tarif Impor Baja Eropa, Picu Perang Dagang

Terkait beredarnya rekaman tersebut dan hasil pemeriksaan petugas, pihak kepolisian belum bersedia memberikan keterangan lebih jauh.

“Langsung Pak Kasat atau Pak Panzi,” kata Kanit Jatanras Polres Simalungun Iptu Hengky Siahaan, saat dikonfirmasi Sabtu (13/7/2019).

Terpisah, Camat Gunung Malela Andi Syahputra Pasaribu ketika dikonfimasi membenarkan bahwa polisi telah memanggil BY (41) dan LL (40), yang diduga pelaku dalam rekaman video, untuk diperiksa.

Meski begitu Andi belum bisa memastikan apakah benar kedua oknum tersebut adalah pelaku dalam rekaman video itu.

Camat Andi yang belum berapa lama menjabat di Gunung Malela itu juga mengaku dirinya belum pernah melihat rekaman video itu.

“Tapi kedua ASN itu sudah mengakui rekaman video itu dilakukan pada 2009,” sebutnya dari seberang telepon, Sabtu (13/7/2019) malam. (age)