Kesal diumpat dan dipukul, junior di BP2IP Tangerang tikam senior hingga tewas

Rekanbola – Kesal lantaran diumpat, Gideon Gontha (28) nekat menghujamkan senjata tajam ke dada seniornya Gonsalves (28) di Perumahan Cituis Indah Blok 3 No. 20 RT 04 RW 05 Desa Suryabahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

Korban dan pelaku yang sama-sama bertugas di Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Tangerang itu, sebelumnya terlibat cekcok mulut hingga akhirnya pembunuhan itu terjadi.

Kapolsek Pakuhaji AKP Suyatno mengatakan, kejadian tersebut bermula saat korban dan tersangka sedang berkumpul dan bercanda bersama dengan tujuh rekannya di lokasi kejadian.

“Saat itu, korban dan pelaku bersama sejumlah rekannya sedang kumpul-kumpul di tempat kejadian perkara untuk bakar-bakar daging. Kemudian korban membahas tentang loyalitas ke senioritas. Di mana korban sebagai senior, dan tersangka junior,” ujar Suyatno di Mapolsek Pakuhaji, Selasa (25/9).

Dia menegaskan, hubungan korban dan pelaku masih sama-sama bertugas di Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP). Pertemuan yang sebelumnya penuh keakraban, tiba-tiba memanas sampai kemudian cekcok mulut antara korban dan pelaku terjadi.

Kesal dengan perkataan korban, pelaku pulang ke kontrakannya di daerah Mauk, Kabupaten Tangerang. Namun, berselang beberapa lama, pelaku kembali lagi ke lokasi dengan membawa senjata tajam jenis pisau.

“Terjadi cekcok mulut dan keributan. Teman-teman lainnya sempat melerai. Akhirnya terjadi penusukan oleh tersangka ke dada korban dengan menggunakan pisau dapur yang dibawa pelaku,” kata Suyatno.

Sontak korban pun tersungkur setelah dadanya mengalami luka tusuk. Sementara pelaku dan teman-teman lainnya langsung melarikan diri dengan menunggangi motor Suzuki Satria FU.

“Kami mendapatkan laporan, langsung melakukan pengejaran,” ucapnya.

Suyatno menambahkan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku yang secara membabi buta telah menikam temannya seprofesi itu. Menurutnya, pelaku ditangkap pada malam terjadinya penusukan di wilayah Mauk.

Baca Juga:   Ibu Muda Ditemukan Tewas Tanpa Celana di Riau

“Dia (Gideon) dijerat Pasal 338 Sub 340 KUHP dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Ancaman hukumannya 15 tahun kurungan penjara,” jelas Suyatno.

Tersangka Gideon mengatakan, dirinya nekat membunuh korban karena sakit hati setelah dipukul korban. “Sakit hati karena dia pukul saya dan berkata kasar. Padahal sebenarnya itu cekcok masalah lama,” kata Gideon kepada wartawan di Polsek Pakuhaji.